alexametrics

Sidak Ombudsman, Tahanan Edward Soerjadjaya Tak Ada di Rutan

loading...
Sidak Ombudsman, Tahanan Edward Soerjadjaya Tak Ada di Rutan
Anggota Ombudsman Adrianus Meliala belum dapat memastikan apakah keluarnya satu tahanan sesuai prosedur atau tidak. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ombudsman mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah tahanan (rutan) Kejaksaan Agung (Kejagung). Saat dilakukan sidak, Ombudsman menemukan seorang tahanan kasus korupsi, Edward Seky Soeryadjaya, tidak ada di tempat.

Terkait temuan itu, anggota Ombudsman Adrianus Meliala belum dapat memastikan apakah keluarnya satu tahanan sesuai prosedur atau tidak. Menurut dia, itu kewenangan dari pihak rutan.

"Apakah boleh dirawat atau tidak itu kepala rutan yang paling berwenang menjelaskannya," kata Adrianus di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.



Namun demikian, berdasarkan informasi yang diterima, Edward tidak terlihat sedang sakit, tapi terlihat sedang ngobrol santai ditemani beberapa orang di Gedung A Lantai 8 Ruang 810 di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan.

Saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit mengatakan bahwa Edward ternyata sudah lebih dari dua bulan berada di RS Medistra Jakarta Selatan. "Pak Edward di sini sudah dua bulanan lebih, sejak tanggal 12 Maret," ujar Yogi, salah satu petugas di bagian informasi.

Menanggapi hal itu, Kejagung menjelaskan, perawatan yang tengah dijalani terpidana perkara tindak pidana korupsi bernama Edward S S sudah sesuai prosedur.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mukri mengatakan, Edward sedang menjalani perawatan yang sesuai dengan penetapan majelis hakim. Edward diketahui menderita penyakit keram kaki dan tangan.

"Yang bersangkutan memang sedang dibantarkan untuk dirawat di RS berdasarkan penetapan dari majelis hakim tindak pidana korupsi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 29/penpid/TPK/2019/PT DKI tanggal 13 Maret 2019," ujar Mukri.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak