Putu BKSAP Dorong Pariwisata di Perbatasan Terus Digaungkan

Selasa, 02 Juli 2024 - 19:41 WIB
loading...
A A A
“Memang ada Bali, tapi Bali memiliki keterbatasan infrastruktur, keterbatasan konektivitas karena Bali sementara sebagian besar masuk lewat jalur udara. Bali kedepan dapat terfokus kepada pariwisata berkualitas dan mengangkat budaya serta kearifan lokasl sebagai gagasan utamanya,” tambahnya.

Dengan demikian, Putu menilai Batam bisa melakukan penetrasi atau peningkatan dalam bidang cross border tourism. Dia mengatakan, Singapura dan Malaysia sudah memiliki potensi tourism atau kunjungan wisatawannya dalam jumlah tertentu. Jadi, sangat memungkinkan ke depan Batam ini akan menjadi destinasi yang terbesar dalam jumlah wisatawan.

Menurut dia, ke depan harus ada roadmap kepariwisataan Indonesia khususnya mengenai pembangunan berkelanjutan pariwisata perbatasan (sustainable cross border tourism). Dia melanjutkan, bagaimana ke depan dibangun cross border tourism misalkan Sulawesi Utara dengan Filipina, juga Papua dengan Papua Nugini juga negara-negara Pacific dan sekitarnya.

“Juga beberapa wilayah perbatasan di pulau Kalimantan yang dekat dengan negara tetangga kita seperti Malaysia dan Brunei. Sehingga sebetulnya sustainability atau keberlanjutan dan kesinambungan kepariwisataan ini bisa dibangun apabila marketnya dekat dan besar dengan destinasi itu serta memiliki keunikan dan kelebihan dengan bordering countries-nya,” ungkapnya.

Putu juga mendorong untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Dia berpendapat, sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan sendiri adalah pengembangan konsep berwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang, baik terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat khususnya masyarakat lokal secara inklusif maupun wisatawan yang berkunjung akan menghargai adat, budaya, dan alam di wilayah destinasi tersebut.

Dia menambahkan, dengan meningkatkan kesadaran akan pariwisata berkelanjutan, diharapkan semua stakeholder pariwisata termasuk wisatawan dapat lebih memperhatikan protokol kesehatan, kelestarian alam, keamanan, kenyamanan, dan higenitas/kebersihan, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan mengutamakan local community as a center of prosperity. “Tentu hal ini, semata-mata agar pariwisata kita memiliki ketahanan yang baik karena pelaku dan pengembangnya adalah juga masyarakat lokal yang memahami adat, budaya dan lingkungannya,” kata Putu.

Dia menuturkan, sustainable tourism ini sangat penting, apalagi pascapandemi Covid-19 yang juga berdampak negatif terhadap sektor pariwisata yang merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional Indonesia. Putu menuturkan bahwa pariwisata berkelanjutan mengacu pada praktik yang berkelanjutan dari berbagai stakeholder kepariwisataan dengan terus membangun industri pariwisata mensinergikan pilar penta helix.

Menurut Putu, harus diakui bahwa pariwisata memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya pariwisata, kata Putu, termasuk terciptanya lapangan kerja, kunjungan wisatawan meningkat, perekonomian meningkat, dan banyak lagi.

Sedangkan, dampak negatifnya dapat berupa kerusakan lingkungan, kemacetan, polusi, dan limbah sampah yang justru berlawanan dengan semangat pelestarian lingkungan. Gagasan Environmental Democracy merupakan salah satu formulasi yang baik dalam mencapai suatainable tourism.

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia ini menjelaskan, sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan, bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. Dia membeberkan bahwa tujuan akhir dari pariwisata berkelanjutan adalah untuk mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap masyarakat khususnya local community dan lingkungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
DPR Soroti Maraknya...
DPR Soroti Maraknya Kampanye LGBT, Dinilai Bisa Ganggu Ketahanan Nasional
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Rekomendasi
Messi Gagal Penalti,...
Messi Gagal Penalti, Argentina Kena Mental dan Tertinggal 0-1 dari Mesir
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved