Roy Suryo Bicara Peretasan PDN terkait Usulan Pemblokiran X
Sabtu, 29 Juni 2024 - 21:11 WIB
loading...
Pakar telematika, Roy Suryo saat diskusi daring bersama MNC Trijaya Network, Sabtu (29/6/2024). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Pakar telematika, Roy Suryo menganggap wajar opini masyarakat yang mengaitkan peretasan Pusat Data Nasional (PDN) dengan upaya pemberantasan judi online. Sebab, ada rangkaian peristiwa sebelum terjadinya serangan siber ke server PDN.
"Ya jadi sebenarnya itu kan wajar orang bisa mengaitkan itu karena kan rangkaiannya bukan hanya soal hacking di PDN ini ya," kata Roy saat diskusi daring bersama MNC Trijaya Network, Sabtu (29/6/2024).
Roy Suryo menyinggung sejumlah langkah pemerintah jauh sebelum terjadinya peretasan PDN. Misalnya usulan pemberantasan pornografi melalui pemblokiran media sosial X.
Baca juga: Kepala BSSN Akui Belum Mampu Deteksi Pelaku Peretasan Pusat Data Nasional
"Tapi sudah semenjak ketika, rangkaiannya dua atau tiga minggu yang lalu, itu kan pemerintah, itu bagus tadinya mau menutup pornografi dan mau menutup perjudian. Cuma kan caranya agak konyol yaitu waktu itu dengan dia bilang kalau gitu platform-nya yang ditutup Twitter (sekarang X) mau ditutup," sambungnya.
Padahal, kata Roy Suryo, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki alat canggih yang mampu mendeteksi konten pornografi ataupun judi online. Roy Suryo mempertanyakan untuk apa alat tersebut dimiliki Kominfo tapi tidak digunakan secara maksimal.
"Nah dengan Twitter mau ditutup atau X mau ditutup itu kan juga kita bilang, loh gimana sih pemerintah, itu kan Kominfo punya mesin yang sudah dibeli 5 tahun yang lalu, AIS namanya, yang dia bisa melakukan scrolling untuk mencari, ya pornografi, ya perjudian, itu dia bisa gitu, dia bisa menapis," katanya.
"Ya jadi sebenarnya itu kan wajar orang bisa mengaitkan itu karena kan rangkaiannya bukan hanya soal hacking di PDN ini ya," kata Roy saat diskusi daring bersama MNC Trijaya Network, Sabtu (29/6/2024).
Roy Suryo menyinggung sejumlah langkah pemerintah jauh sebelum terjadinya peretasan PDN. Misalnya usulan pemberantasan pornografi melalui pemblokiran media sosial X.
Baca juga: Kepala BSSN Akui Belum Mampu Deteksi Pelaku Peretasan Pusat Data Nasional
"Tapi sudah semenjak ketika, rangkaiannya dua atau tiga minggu yang lalu, itu kan pemerintah, itu bagus tadinya mau menutup pornografi dan mau menutup perjudian. Cuma kan caranya agak konyol yaitu waktu itu dengan dia bilang kalau gitu platform-nya yang ditutup Twitter (sekarang X) mau ditutup," sambungnya.
Padahal, kata Roy Suryo, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki alat canggih yang mampu mendeteksi konten pornografi ataupun judi online. Roy Suryo mempertanyakan untuk apa alat tersebut dimiliki Kominfo tapi tidak digunakan secara maksimal.
"Nah dengan Twitter mau ditutup atau X mau ditutup itu kan juga kita bilang, loh gimana sih pemerintah, itu kan Kominfo punya mesin yang sudah dibeli 5 tahun yang lalu, AIS namanya, yang dia bisa melakukan scrolling untuk mencari, ya pornografi, ya perjudian, itu dia bisa gitu, dia bisa menapis," katanya.
Lihat Juga :