Maruarar Sirait: Kekuatan Jokowi Itu Rakyat dan Bukan Elite
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Manurut Ara, pemerintahan juga memerlukan check and balances di tengah kekuatan mayoritas perlamen yang berada dalam satu barisan dengan pemerintah.
"Pak Jokowi juga santai saja kok. Pak Jokowi kan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi itu sendiri dan juga sangat demokratis. Buktinya, demo-demo di Monas atau di depan Istana atau kehadiran KAMI kan lancar-lancar saja kan. Ini bukti bahwa demokrasi di Indonesia berjalan sangat bagus. Di tengah kekuatan pemerintah dan parlemen, Indonesia tidak menjadi negara otoriter," tutur Ara.(Baca juga: Gatot Nurmantyo Tegaskan KAMI Tiak Akan Jadi Parpol )
Bahkan, sambung Ara, masukan juga selama ini bukan semata datang dari kelompok oposisi. Sebab ada pendukung dan loyalis Joko Widodo yang senantiasa memberikan masukan. Masukan, baik dari pihak pendukung atau oposisi, tentu saja baik bagi kepentingan negara. Tidak mungkin pemerintahan berjalan 100% sempurna tanpa kekurangan.
"Yang penting, baik pendukung atau oposisi adalah sikap sportif dan obyektif. Kalau misalnya masukan dan kritik dari oposisi itu benar adanya, ya pendukung juga harus terima dengan lapang dada. Tapi langkah dan kebijakan pemerintah yang baik buat rakyat dan negara juga harus bisa diapresiasi kelompok oposisi secara terbuka juga. Inilah obyektifitas, sehingga kita semua bisa belajar menjadi negarawan," tutur Ara.
"Pak Jokowi juga santai saja kok. Pak Jokowi kan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi itu sendiri dan juga sangat demokratis. Buktinya, demo-demo di Monas atau di depan Istana atau kehadiran KAMI kan lancar-lancar saja kan. Ini bukti bahwa demokrasi di Indonesia berjalan sangat bagus. Di tengah kekuatan pemerintah dan parlemen, Indonesia tidak menjadi negara otoriter," tutur Ara.(Baca juga: Gatot Nurmantyo Tegaskan KAMI Tiak Akan Jadi Parpol )
Bahkan, sambung Ara, masukan juga selama ini bukan semata datang dari kelompok oposisi. Sebab ada pendukung dan loyalis Joko Widodo yang senantiasa memberikan masukan. Masukan, baik dari pihak pendukung atau oposisi, tentu saja baik bagi kepentingan negara. Tidak mungkin pemerintahan berjalan 100% sempurna tanpa kekurangan.
"Yang penting, baik pendukung atau oposisi adalah sikap sportif dan obyektif. Kalau misalnya masukan dan kritik dari oposisi itu benar adanya, ya pendukung juga harus terima dengan lapang dada. Tapi langkah dan kebijakan pemerintah yang baik buat rakyat dan negara juga harus bisa diapresiasi kelompok oposisi secara terbuka juga. Inilah obyektifitas, sehingga kita semua bisa belajar menjadi negarawan," tutur Ara.
(dam)
Lihat Juga :