Adian PDIP: Hasto Diperlakukan seperti Teroris saat Diperiksa KPK

Jum'at, 28 Juni 2024 - 20:19 WIB
loading...
Adian PDIP: Hasto Diperlakukan...
Politikus PDIP Adian Napitupulu menghadiri FGD di The Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024). Foto: SINDOnews/Felldy Utama
A A A
JAKARTA - Politikus PDIP Adian Napitupulu menyoroti pemeriksaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Dia menyebut proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK seperti memperlakukan Hasto sebagaimana seorang teroris.

Dia menjelaskan dari literatur yang diketahui menyebutkan kondisi ruang dingin memang sebagai salah satu standar yang digunakan dalam pemeriksaan seseorang yang terlibat dalam kasus terorisme. Tujuannya agar terperiksa dipaksa mengakui apa saja yang diinginkan pemeriksa.

Baca juga: Wakil Ketua KPK: Hasto Minta Diperiksa Kembali Terkait Harun Masiku Juli 2024

"Saya carilah, interogasi di ruangan dingin itu standar, itu standar pemeriksaan terhadap teroris, terhadap lawan-lawan musuh negara dan sebagainya," kata Adian dalam FGD bertajuk 'Tata Cara Hukum dan Model Kerja Aparat Penegak Hukum pada Kasus Politik' yang digelar di The Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024).

Karena itu, dia menilai pemeriksaan di KPK yang menyebabkan Hasto kedinginan sungguh tidak layak. Terlebih, Hasto masih berstatus sebagai saksi bukan tersangka kasus dugaan korupsi.

"Artinya, ketika sekjen masuk dalam ruangan itu dia sudah masuk pada tahap interogasi," ujarnya.

Adian menduga ada maksud lain dari penyidik KPK yang memeriksa Hasto di ruangan dingin. Dalam dugaannya, pemeriksaan seperti itu dengan tujuan agar Hasto dipaksa tunduk dan mengikuti apa pun keinginan pemeriksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
MA dan KPK Gelar Peningkatan...
MA dan KPK Gelar Peningkatan Integritas, Patrialis Akbar : Hakim Harus Jaga 3 Hal Agar Tak Jual Putusan
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Rekomendasi
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Berita Terkini
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved