Afriansyah Noor Tuding Ada Peran Yusril dalam Pencopotan Sekjen PBB
Rabu, 19 Juni 2024 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
"Saya jawab, saya siap dan tunduk terhadap keputusan itu, sebagian peserta rapat ada di sini. Jadi mereka Pak Yusril mengatakan bagaimana Fer kalau Anda kalah, 'kalau saya kalah ya saya siap pak, tunduk yang penting partai ini berlanjut sampai Januari 2025," kata Afriansyah saat menirukan percakapan Yusril.
Kendati demikian, Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini maju sebagai salah satu kandidat. Hanya saja, perolehan suara dari Afriansyah kalah dari Fahri Bachmid.
"Voting dari voting dihasilkan rapat itu pemilihan saya dapat 20 suara, Pak Fahri Bachmid itu 29 suara. Dari 29 suara menanglah Fahri Bachmid," katanya.
Meski demikian, Afriansyah merasa janggal lantaran Yusril memimpin rapat penentuan Pj Ketua Umum itu. Padahal, Yusril telah menyatakan mundur dari pimpinan PBB. Atas dasar itu, polemik timbul kembali.
"Cuma karena ingin suasana kondusif, saya menenangkan pendukung saya 'sudahlah enggak usah ribut-ribut', kemudian kita bersepakat, yang mencoblos pun Pak Yusril, jadi unsur yang mencoblos dari DPP itu Pak Yusril, harusnya bisa salah satu wakil ketua umum atau siapa, tapi karena saya juga tidak menginginkan tidak ada ribut-ribut saya bilang sudah lah," katanya.
Setelah terpilih Fahri, Afriansyah mengungkap ada pihak yang mengaku diutus oleh Yusril Ihza Mahendra datang ke Kantor DPP PBB untuk meminta kop surat dan stempel kepada kepala sekretariat pada Senin 20 Mei 2024.
Afriansyah pun merasa janggal dengan kondisi tersebut, alhasil meminta kepada kepala sekretariat untuk memastikan kepada Yusril Ihza Mahendra.
Kendati demikian, Wakil Menteri Ketenagakerjaan ini maju sebagai salah satu kandidat. Hanya saja, perolehan suara dari Afriansyah kalah dari Fahri Bachmid.
"Voting dari voting dihasilkan rapat itu pemilihan saya dapat 20 suara, Pak Fahri Bachmid itu 29 suara. Dari 29 suara menanglah Fahri Bachmid," katanya.
Meski demikian, Afriansyah merasa janggal lantaran Yusril memimpin rapat penentuan Pj Ketua Umum itu. Padahal, Yusril telah menyatakan mundur dari pimpinan PBB. Atas dasar itu, polemik timbul kembali.
"Cuma karena ingin suasana kondusif, saya menenangkan pendukung saya 'sudahlah enggak usah ribut-ribut', kemudian kita bersepakat, yang mencoblos pun Pak Yusril, jadi unsur yang mencoblos dari DPP itu Pak Yusril, harusnya bisa salah satu wakil ketua umum atau siapa, tapi karena saya juga tidak menginginkan tidak ada ribut-ribut saya bilang sudah lah," katanya.
Setelah terpilih Fahri, Afriansyah mengungkap ada pihak yang mengaku diutus oleh Yusril Ihza Mahendra datang ke Kantor DPP PBB untuk meminta kop surat dan stempel kepada kepala sekretariat pada Senin 20 Mei 2024.
Afriansyah pun merasa janggal dengan kondisi tersebut, alhasil meminta kepada kepala sekretariat untuk memastikan kepada Yusril Ihza Mahendra.
Lihat Juga :