Politikus PDIP Desak Usut soal Ratusan TKA China ke Indonesia

Jum'at, 01 Mei 2020 - 16:59 WIB
loading...
Politikus PDIP Desak...
Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Rencana masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menjadi sorotan.

Kedatangan ratusan pekerja asal Negeri Tirai Bambu ini di saat pandemi Corona dinilai tidak tepat. "Rencana kedatangan 500 tenaga kerja dari Tiongkok seharusnya ditunda. Mereka yang sudah sampai Sultra selayaknya dikarantina dan dipulangkan kembali, demi alasan kesehatan dan keamanan," kata Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2020).

Nabil mengungkapkan, informasi yang diperolehnya, ratusan TKA itu akan ditempatkan di perusahaan pemurnian nikel (smelter) di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Kebijakan ini seharusnya bisa ditangguhkan, mengingat situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. (Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Kedatangan 500 TKA China )

Menurut dia, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja beserta instansi terkait harus menyelidiki kasus ini dengan komprehensif. Apakah ada unsur kesengajaan, atau ada mekanisme yang lain sehingga WNA dari Tiongkok bisa masuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kereta Cepat Jakarta-Bandung...
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Penanda Era Baru Kerja Sama Indonesia-China
10 Tahun Kerja Sama...
10 Tahun Kerja Sama Ekonomi RI-China dalam Konteks Belt and Road Initiative
RRC-Rusia dan Geopolitik...
RRC-Rusia dan Geopolitik Energi
Dikunjungi PKC, Airlangga:...
Dikunjungi PKC, Airlangga: China Berkomitmen untuk Terus Investasi di Indonesia
Tak Puas Keterangan...
Tak Puas Keterangan Menaker soal TKA China, Komisi IX DPR Bakal ke Konawe
PKS Sesalkan Pemerintah...
PKS Sesalkan Pemerintah Tak Patuhi Rekomendasi DPR Soal TKA China
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Arus Deras Investasi...
Arus Deras Investasi China, KEK Batang Digadang-gadang Jadi Primadona Industri Nasional
Buka Peluang Kerja Sama...
Buka Peluang Kerja Sama Investasi, Formas Menjaring Ribuan Investor China
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved