26 Tahun Reformasi Belum Mewujudkan Harapan Masyarakat
Sabtu, 15 Juni 2024 - 00:25 WIB
loading...
A
A
A
Bengkulu Movement mengingat bahwa banyak kebijakan pemerintah saat ini yang menyengsarakan rakyat melalui kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), naiknya harga bahan pokok, dolar Amerika Serikat naik, dan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang tidak mewujudkan kebutuhan rakyat.
“Dalam kegiatan refleksi reformasi ini kami juga menyambut kedatangan teman-teman mahasiswa yang berasal dari Jakarta dengan membawa semangat perjuangan dan membagun harapan bersama untuk selalu dalam garis perjuangan mahasiswa,” ujar Tegar.
Pada kesempatan ini juga para mahasiswa Jakarta mengadakan roadshow se-pulau Sumatera dan Provinsi Bengkulu menjadi kota pertama yang dikunjungi, sebagai penanda Bengkulu mempunyai peran dalan membentuk Negara Indonesia.
Acara ini juga diisi oleh penampilan seni puisi, orasi yang berisikan kritikan dan perjuangan serta mengingatkan bahwa terdapat para aktivis dan korban pelanggaran HAM yang masih ada dan terus melawan. Apalagi, dia juga menyoroti kondisi demokrasi saat ini yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
“Melalui kegiatan ini, kami menginginkan dan mendorong mahasiswa harus kembali pada fitrahnya sebagai agent of control dan agent of change bagi pemerintah dan semangat mahasiswa sehingga ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah selalu dikritisi oleh mahasiswa,” pungkasnya.
“Dalam kegiatan refleksi reformasi ini kami juga menyambut kedatangan teman-teman mahasiswa yang berasal dari Jakarta dengan membawa semangat perjuangan dan membagun harapan bersama untuk selalu dalam garis perjuangan mahasiswa,” ujar Tegar.
Pada kesempatan ini juga para mahasiswa Jakarta mengadakan roadshow se-pulau Sumatera dan Provinsi Bengkulu menjadi kota pertama yang dikunjungi, sebagai penanda Bengkulu mempunyai peran dalan membentuk Negara Indonesia.
Acara ini juga diisi oleh penampilan seni puisi, orasi yang berisikan kritikan dan perjuangan serta mengingatkan bahwa terdapat para aktivis dan korban pelanggaran HAM yang masih ada dan terus melawan. Apalagi, dia juga menyoroti kondisi demokrasi saat ini yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
“Melalui kegiatan ini, kami menginginkan dan mendorong mahasiswa harus kembali pada fitrahnya sebagai agent of control dan agent of change bagi pemerintah dan semangat mahasiswa sehingga ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah selalu dikritisi oleh mahasiswa,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :