Digelar Virtual, Kongres AMSI Bahas Ekosistem Media Siber Berkelanjutan
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Berkolaborasi dengan konstituen Dewan Pers yang lain, AMSI ikut membahas dan menyusun kerangka dasar media sustainability di Indonesia demi terciptanya industri pers yang sehat dan industri digital yang fair.
Berkolaborasi juga dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), AMSI ikut menginisiasi Cek Fakta demi mengklarifikasi hoaks yang marak di ranah digital. (Baca juga: 100 Personel Pemadam Dikerahkan ke Balai Kota DKI untuk Penyemprotan Disinfektan )
Langkah yang diikuti media anggota AMSI ini diharapkan membantu upaya menyehatkan dunia digital dari sampah hoaks, dan menyuguhkan informasi yang terverifikasi kepada khayalak ramai.
Ketua AMSI Wens Manggut mengungkapkan, dunia digital Indonesia masih tergolong baru, begitu pula industri media siber.Oleh karena itu, diperlukan literasi untuk para pengelola media, pelaku bisnis, serta publik, di tengah maraknya penyedia konten.
Diperlukan juga regulasi yang menjadi aturan main, tetapi tidak menghambat perkembangan industri media siber. “Setelah tiga tahun berdiri dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers, tentu saja AMSI masih memerlukan pembenahan dan penguatan organisasi; serta membantu pengurus wilayah membangun ekosistem industri digital di tingkat lokal, demi terciptanya industri media yang sehat dan berkelanjutan,” tutur Wens dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (21/8/2020).
Berkolaborasi juga dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), AMSI ikut menginisiasi Cek Fakta demi mengklarifikasi hoaks yang marak di ranah digital. (Baca juga: 100 Personel Pemadam Dikerahkan ke Balai Kota DKI untuk Penyemprotan Disinfektan )
Langkah yang diikuti media anggota AMSI ini diharapkan membantu upaya menyehatkan dunia digital dari sampah hoaks, dan menyuguhkan informasi yang terverifikasi kepada khayalak ramai.
Ketua AMSI Wens Manggut mengungkapkan, dunia digital Indonesia masih tergolong baru, begitu pula industri media siber.Oleh karena itu, diperlukan literasi untuk para pengelola media, pelaku bisnis, serta publik, di tengah maraknya penyedia konten.
Diperlukan juga regulasi yang menjadi aturan main, tetapi tidak menghambat perkembangan industri media siber. “Setelah tiga tahun berdiri dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers, tentu saja AMSI masih memerlukan pembenahan dan penguatan organisasi; serta membantu pengurus wilayah membangun ekosistem industri digital di tingkat lokal, demi terciptanya industri media yang sehat dan berkelanjutan,” tutur Wens dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (21/8/2020).
Lihat Juga :