alexametrics

Peretasan Medsos Terus Terjadi, Polisi Diminta Bekerja Sesuai Kewajibannya

loading...
Peretasan Medsos Terus Terjadi, Polisi Diminta Bekerja Sesuai Kewajibannya
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar (kanan). Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Peretasan akun media sosial dan WhatsApp terus terjadi. Terakhir, akun Twitter mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Muhammad Said Didu diretas orang tak dikenal.

Terkait hal itu, Kepolisian diminta tetap bekerja sesuai dengan tugas kewajibannya. "Sebagai penegak hukum seharusnya kepolisian bisa tetap bekerja sesuai dengan tugas kewajibannya," ujar Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar kepada SINDOnews, Selasa (16/4/2019).

Kendati demikian, dia enggan berburuk sangka terhadap sikap Kepolisian yang terkesan tidak serius menangani kasus peretasan tersebut.



"Mungkin kepolisian menunggu berakhirnya Pemilu, kita lihat nanti, karena meskipun menyatakan netral dalam realitasnya, tindakannya bisa ditafsirkan sebaliknya," ujarnya.

Diakuinya pula bahwa segala tindakan Kepolisian bisa ditafsirkan berbau politis. "Ya inilah mungkin pengaruh dari tahun politik, sehingga segala tindakan kepolisian bisa ditafsirkan sebagai tindakan politis," pungkasnya.

Adapun peretasan akun Twitter Said Didu terjadi ketika yang bersangkutan menonton debat terakhir Pilpres 2019. Saat itu, sinyal di lokasi debat, Hotel Sultan, Jakarta, diacak.

Kemudian, muncul cuitan dari akun Twitter Said Didu yang mendiskreditkan Ustaz Abdul Somad.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak