Jejak Muhammadiyah Menuju Kemerdekaan Indonesia

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Meski demikian, bukan berarti Trisula gerakan Muhammadiyah tersebut hanya ditujukan untuk umat Islam saja atau bertujuan untuk mengkonversi agama si penerima. Dalam Almanak Moehammadijah (1929) disebutkan: ”Pertolongan Moehammadijah b/g PKO (Penolong KesengsaraanOemoem) itoe, boekan sekali- sekali soeatoe djaring kepada manoesia oemoemnja, soepaja dapat menarik hati akan masoek kepada agama Islam atau perserikatan Moehammadijah, itoe tidak, akan tetapi segala pertolongannja itoe semata-mata karena memenoehi kewadjiban atas agamanja Islam terhadap segala bangsa, tidak memandang agama”.

Walau KH Ahmad Dahlan bergerak di bidang kultural, bukan berarti buta politik. KH Dahlan aktif di dua organisasi pioner kebangsaan ketika itu. Yaitu Budi Utomo dan Syarikat Islam. Khusus yang kedua, banyak pula anggota Muhammadiyah lainnya menjadi anggota. Karena memang memiliki kedekatan corak ideologis, sama-sama kelompok Islam modernis. Bahkan terjalin kerja sama. SI fokus pada ekonomi-politik. Sementara Muhammadiyah di bidang agama dan kebudayaan. Dan, kolaborasi KH Ahmad Dahlan dengan HOS Cokro Aminoto terlihat jelas melalui keaktifan murid-murid KH Ahmad Dahlan di SI, bahkan menjadi penggerak utama SI, sebut saja Haji Fakhrudin.

Meski bukan gerakan politik, Muhammadiyah kerap menentang kebijakan-kebijakan Pemerintah Hindia Belanda yang bermaksud membatasi atau menyengsarakan gerak umat Islam. Seperti Ordonansi Guru dan Ordonansi Perkawinan. Penolakan paling keras untuk yang pertama terutama datang dari Muhammadiyah Sumatera Barat. Sementara penolakan Ordonansi Perkawinan dimotori Haji Fakhruddin.

Haji Fakhruddin juga dikenal sebagai tokoh pembakar perkebunan tebu milik Belanda karena marah dengan kebijakan Belanda. Rakyat sendiri hidup kelaparan, tidak mendapat apa-apa karena sebagian tanah mereka harus diserahkan ke Belanda untuk ditanami tebu. Dalam perkembangannya gerakan Muhammadiyah menjadi salah satu unsur penting dalam proses perubahan sosial politik di Indonesia. Bahkan Alfian, dalam Politik Kaum Modernis: Perlawanan Muhammadiyah terhadap Kolonialisme Belanda, menyebut setidaknya ada tiga peran Muhammadiyah: sebagai agen gerakan pembaruan keagamaan, agen gerakan perubahan sosial dan sebagai kekuatan sosial politik.

Pendirian Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), organisasi anti-Belanda, adalah inisiatif Muhammadiyah di bawah pimpinan Mas Mansur bersama organisai lainnya. Mas Mansur pula yang dikenal salah satu tokoh empat serangkai selain Soekarno, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. Namun kemudian, karena Jepang ternyata demikian jauh menyengsarakan rakyat sehingga menurutnya pantas dihadapi dengan angkat senjata. Karena itu dia meminta Bung Karno untuk ikut mendukung gerakan PETA yang dipimpin Supriyadi. Tapi Bung Karno menolak.

Mas Mansur tetap mendukung gerakan PETA. Atas prakarsa Kasman Singodimejo, kader Muhammadiyah yang juga salah satu komandan PETA, Mas Mansur ceramah subuh di asrama PETA untuk membangkitkan semangat ruhul jihad melawan Jepang. Beliau ditangkap tentara NICA karena memberikan semangat kepada para pemuda melawan NICA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
Cleft Craniofacial Awareness...
Cleft Craniofacial Awareness Month 2026, RSCM Gelar Pemeriksaan Sumbing Gratis
Berita Terkini
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved