Jejak Muhammadiyah Menuju Kemerdekaan Indonesia

Jum'at, 21 Agustus 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Mas Mansur bersama kader Muhammadiyah lainnya seperti Ki Bagoes Hadikusomo, Abdul Kahar Muzakkir, dan Ny Raden Nganten Siti Soekaptinah Soenarjo Mangoenpuspito (Aisyiyah) dan juga warga Muhammadiyah Sukiman dan Haji Agus Salim juga terlibat dalam perumusan dan pembahasan kemerdekaan di BPUPKI. Ki Bagoes bahkan sangat aktif di lembaga tersebut. Ki Bagoes juga dan kemudian Kasman Singodimedjo terlibat dalam PPKI. Bahkan Ki Bagoes salah satu tokoh yang sangat pro aktif dan berperan banyak dalam perdebatan di BPUPKI dan PPKI.

Selain para pimpinan pusat, kader dan warga Muhammadiyah juga banyak yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tokoh Proklamator Indonesia, Sukarno merupakan kader Muhammadiyah. Deklarasi Juanda yang menyatukan laut di sekitar, di antara dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI juga oleh warga Muhammadiyah. Bahkan jauh hari sebelumnya, yaitu 23 Januari 1942 kader Muhammadiyah di Gorontalo Nani Wartabone dengan heroik telah juga memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Begini teks proklamasi yang dibacakan oleh Nani Wartabone saat itu; “Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari perjuangan senjata dan juga diplomasi. Kader Muhammadiyah terlibat dalam dua front perjuangan tersebut. Panglima Besar Jenderal Sudirman tokoh utama tentara melawan Belanda merupakan kader Muhammadiyah. Sementara Haji Agus Salim dan Mohammad Roem terlibat aktif dalam diplomasi. Sementara Kahar Muzakkir yang disebut di atas semasa masih belajar di Mesir telah berjuang di tingkat internasional menyuarakan kemerdekaan Indonesia.

Tentara Indonesia pada masa perang kemerdekaan salah satunya berasal dari PETA. Pada saat ini anggota peta banyak yang berasal dari guru. Sehingga banyak warga Muhammadiyah juga bagian dari PETA dan kemudian turut berjuang. Seperti Soedirman dan Kasman, yang kemudian kita kenal sebagai Jenderal Besar Soedirman, bapak TNI. Dan, Mr Kasman Singodimedjo yang kita kenal sebagai Jaksa Agung pertama.

Selain itu warga Muhammadiyah juga ikut dalam laskar-laskar seperti Hizbullah. Bahkan secara khusus warga Muhammadiyah membentuk Askar Perang Sabil. Bahkan jauh sebelumnya, yaitu pada 1918 Muhammadiyah telah mendirikan organisasi kepanduan, Hizbul Wathan (pembela tanah air) yang salah satu tokohnya adalah Soedirman. Selain itu, yang tidak bisa dinafikan, gerakan kultural Muhammadiyah lewat Pendidikan dan kesehatan tentu telah memajukan dan mencerdaskan, menyehatkan anak bangsa yang kemudian berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan negeri.

Menarik juga untuk dicatat, Majalah Muhammadiyah juga merupakan pelopor dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Sejak tahun 1923 Suara Muhammadiyah telah menggunakan bahasa Indonesia. Karena itu Suara Muhammadiyah mendapatkan Penghargaan Kategori Kepeloporan sebagai Media Dakwah Perjuangan Kemerdekaan RI dalam Bahasa Indonesia di Hari Pers Nasional (HPN) 2018, dan Suara Muhammadiyah masih terbit melayani dan mencerahkan pembacanya sampai saat ini.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
Kemenham Kecam Tewasnya...
Kemenham Kecam Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Bali: Dorong Anak Korban Dapat Perlindungan Negara
Berita Terkini
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved