Paradoks Bali dan Seniman Agus Saputra

Minggu, 09 Juni 2024 - 19:00 WIB
loading...
A A A
Ia membuat tergila-gila orang-orang New York datang ke Bali, yang saat sama di tahun awal 30-an itu, ia bertemu tokoh ekspatriat seni lukis Bali, Walter Spies. Sang seniman multi-talenta perintis Pita Maha, yang merupakan kumpulan pelukis Bali dan para ekspatriat yang menemukan “modernisasi seni lukis” Bali.

Warisan Walter Spies dan Sabung Ayam

Sejarah kolonial, termasuk gaya pelukis Walter Spies yang “menggubah” paras seni lukis Bali zaman doeloe yang penuh mitos, dan wara cerita rakyat menjadi modern pun jadi sasaran dekonstruksi visual ala Agus.

Paradoks Bali dan Seniman Agus Saputra


Gaya Spies yang menggambarkan realitas sehari-hari, juga bentuk terasering persawahan, perawan-perawan telanjang dada serta atsmosfer matahari pagi yang membuncah, mendadak diplesetkan oleh Agus di partisi-partisi berupa lukisan dengan juluk “Taman Becik Pisan (After Spies)”, 2023 – 2024, panel #2 (Cover panel). Dengan cara “menyelundupkan” sosok-sosok tentara Belanda di antara kehidupan persawahan serta di ufuk timur muncul simbol Kincir Angin khas objek dari Belanda.

“Saya menyukai sejak awal membuat pengaburan, bahwa sejarah selalu akan “goyah”. Demikian juga juga seperti ritual tertentu hari ini berubah menjadi objek wisata, seni lukis dalam masa lalu saya plesetkan jadi beban “penjajahan kultural” kolonial,” ujar Agus.

Yang disebut Agus adalah sebuah strategi aproriasi, yakni menirukan ikon seni sang seniman yang melegenda di masa lalu dengan tujuan tertentu, yakni mendialogkan ulang atau memperolok kondisi saat ini.

Bali yang berubah, Bali yang bertransformasi secara drastis memiriskan hati disikapi dengan simbol-simbol visual lebih kaya. Tentunya Agus dengan cermat memaknai sejarah secara jeli dengan juga termasuk memilih memanggungkan ikon jago/ayam jantan di kanvas-kanvas lukisannya.

“Saya terinspirasi oleh Sabung Ayam atau Tajen di Bali (Yadnya), yang dulunya adalah sebuah ritual sakral Tabuh Rah, meneguhkan sikap keyakinan Tri Hita Karana tentang keberanian beritikad kesucian untuk semesta, namun seperti kita lihat dimana-mana sabung ayam dipentaskan sepertinya sebuah gelaran wisata saja bahkan untuk judi?,” dalih Agus.

Sabung ayam atau Tajen, bagi Agus, dengan gaya bertutur komikalnya memberi parodi bahwa ada dua hal yang terselubung dalam pesan-pesan seni lukisnya yakni, ia separuh berseloroh dengan kegelisahan personalnya tentang kaburnya jejak-jejak tradisi sakral dan saat sama upaya menampilkan “perlawanan”, atau lebih tepatnya pertarungan tunggal simbolik sebagai seniman lokal melawan kebijakan turisme Pemda setempat yang berlebihan.

”Sebagai millenial, dan pecandu games online, saya terpikat menggunakan idiom permainan judi di Las Vegas dengan pemenangnya disebut Winner Winner Chicken Dinner. Sekaligus pengalaman personal permainan games tanpa uang atau judi, yang akhirnya yang memberi juluk pameran tunggal saya itu,” jelas Agus.

Sosok Sumo dan Gemoy
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Perketat Pengawasan...
Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali
Panduan Takbiran di...
Panduan Takbiran di Bali jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
Prabowo Undang Tokoh...
Prabowo Undang Tokoh Dunia Hadiri Ocean Impact Summit Juni di Bali
Pameran Seni Rupa UMB,...
Pameran Seni Rupa UMB, Menafisr Ulang Peran Perempuan lewat Karya 17 Dosen
DPR Minta Sistem Izin...
DPR Minta Sistem Izin Usaha Pariwisata Via OSS Diperbaiki karena Hilangkan Peran Pemda
Hasil Penjualan Event...
Hasil Penjualan Event Lukisan Warisan Jiwa Didonasikan untuk Klinik Kesehatan Gratis
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Rekomendasi
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Berita Terkini
Komisi VIII DPR: Ada...
Komisi VIII DPR: Ada Ancaman Besar jika LGBT Masif di Indonesia
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved