AHY Rumuskan Roadmap Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 08 Juni 2024 - 15:12 WIB
loading...
AHY Rumuskan Roadmap...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) rumuskan roadmap mewujudkan Indonesia Emas 2045. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya dengan cara berdiskusi saja. Namun diskusi harus dimbangi dengan mewujudkan strategi prioritas agar cita-cita tersebut bisa terwujud.

"Kita harus harus paham apa potensi kita, sektor strategis apa yang harus kita prioritaskan, agar kita bisa menentukan target sekaligus roadmap pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045," kata AHY, Sabtu (8/6/2024).

Hal itu diungkapkan oleh AHY saat Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Airlangga, beberapa waktu lalu. FGD ini adalah salah satu bagian dari pengumpulan data penelitian disertasi program doktor AHY di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Baca juga: Gelar FGD, Menteri AHY Tancap Gas Selesaikan Penelitian Disertasi

Pada kesempatan itu, AHY turut mendengarkan dan mencatat poin-poin penting dan beragam pandangan konstruktif dari para narasumber yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi dunia industri, pengusaha, anggota legislatif, dan para pejabat tinggi sejumlah kementerian terkait. AHY pun turut mendorong agar sejumlah penelitian bisa diselesaikan roadmap untuk mewujudkan cita-cita tersebut bisa segera terlaksana.

"Luar biasa, benar-benar saya menikmati, menyimak dengan seksama poin-poin penting yang tadi bapak dan ibu sampaikan sesuai dengan keahlian dan pengalaman masing-masing dan ini sangat berharga bagi kami untuk terus membangun kapasitas diri dan khususnya dalam rangka menyelesaikan penelitian, disertasi yang mudah-mudahan hasil roadmap blueprint ini punya nilai manfaat untuk dikontribusikan pada semua," tutur AHY.

Baca juga: Anies Baswedan hingga AHY Hadiri Perayaan Ultah Raja Charles III di Jakarta

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 Mohammad Nuh yang ikut menjadi narasumber di FGD ini menjelaskan mengapa Visi Indonesia Emas harus 2045. Menurutnya, visi tersebut sangat penting untuk direalisasikan. Sebab Indonesia di tahun itu memasuki usia ke 1 abad.

"Itu bukan hanya momentum 100 Tahun Kemerdekaan, tetapi karena ketemunya tiga hal, yang 20 tahun lalu nggak ketemu tiga hal ini. Yaitu momentum 1 abad Indonesia itu sendiri, dan bersatunya modal yaitu bonus demografi dan opportunity pergeseran kekuatan dunia ke Asia," jelas Nuh.

"Oleh karena itu Pak AHY, kebutuhan kepemimpinan yang transformasional, yang Pak AHY teliti sekarang itu tepat, karena kalau meleset bisa nggak ketemu lagi tiga hal itu. Apalagi karena Pak AHY bukan sekadar akademisi, tapi punya bobot politik yang kuat. Jadi kalau yang menyuarakan Indonesia Emas itu orang yang memiliki basis akademik yang kuat dan punya dampak politik yang kuat, itu sangat pas," sambungnya.

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi juga menyampaikan harapannya agar hasil penelitian dan disertasi AHY ini dapat menjadi blueprint pengembangan SDM ke depan.

"Satu hal yang pasti kita harus memaksimalkan potensi-potensi bonus demografi untuk peningkatan ekonomi kita. Ini akan menjadi energi yang luar biasa untuk keluar dari middle income trap. Ini bisa dimulai dari pelatihan vokasi terkait pada keterampilan teknis yang bisa langsung digunakan. Keduanya harus melengkapi dalam Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK). Relasi antara demand dengan supply jika dikelola dengan baik akan menghasilkan ekonomi yang luar biasa," ucap Anwar.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Rekomendasi
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Berita Terkini
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved