AHY Rumuskan Roadmap Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
Sabtu, 08 Juni 2024 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 Mohammad Nuh yang ikut menjadi narasumber di FGD ini menjelaskan mengapa Visi Indonesia Emas harus 2045. Menurutnya, visi tersebut sangat penting untuk direalisasikan. Sebab Indonesia di tahun itu memasuki usia ke 1 abad.
"Itu bukan hanya momentum 100 Tahun Kemerdekaan, tetapi karena ketemunya tiga hal, yang 20 tahun lalu nggak ketemu tiga hal ini. Yaitu momentum 1 abad Indonesia itu sendiri, dan bersatunya modal yaitu bonus demografi dan opportunity pergeseran kekuatan dunia ke Asia," jelas Nuh.
"Oleh karena itu Pak AHY, kebutuhan kepemimpinan yang transformasional, yang Pak AHY teliti sekarang itu tepat, karena kalau meleset bisa nggak ketemu lagi tiga hal itu. Apalagi karena Pak AHY bukan sekadar akademisi, tapi punya bobot politik yang kuat. Jadi kalau yang menyuarakan Indonesia Emas itu orang yang memiliki basis akademik yang kuat dan punya dampak politik yang kuat, itu sangat pas," sambungnya.
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi juga menyampaikan harapannya agar hasil penelitian dan disertasi AHY ini dapat menjadi blueprint pengembangan SDM ke depan.
"Satu hal yang pasti kita harus memaksimalkan potensi-potensi bonus demografi untuk peningkatan ekonomi kita. Ini akan menjadi energi yang luar biasa untuk keluar dari middle income trap. Ini bisa dimulai dari pelatihan vokasi terkait pada keterampilan teknis yang bisa langsung digunakan. Keduanya harus melengkapi dalam Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK). Relasi antara demand dengan supply jika dikelola dengan baik akan menghasilkan ekonomi yang luar biasa," ucap Anwar.
"Itu bukan hanya momentum 100 Tahun Kemerdekaan, tetapi karena ketemunya tiga hal, yang 20 tahun lalu nggak ketemu tiga hal ini. Yaitu momentum 1 abad Indonesia itu sendiri, dan bersatunya modal yaitu bonus demografi dan opportunity pergeseran kekuatan dunia ke Asia," jelas Nuh.
"Oleh karena itu Pak AHY, kebutuhan kepemimpinan yang transformasional, yang Pak AHY teliti sekarang itu tepat, karena kalau meleset bisa nggak ketemu lagi tiga hal itu. Apalagi karena Pak AHY bukan sekadar akademisi, tapi punya bobot politik yang kuat. Jadi kalau yang menyuarakan Indonesia Emas itu orang yang memiliki basis akademik yang kuat dan punya dampak politik yang kuat, itu sangat pas," sambungnya.
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi juga menyampaikan harapannya agar hasil penelitian dan disertasi AHY ini dapat menjadi blueprint pengembangan SDM ke depan.
"Satu hal yang pasti kita harus memaksimalkan potensi-potensi bonus demografi untuk peningkatan ekonomi kita. Ini akan menjadi energi yang luar biasa untuk keluar dari middle income trap. Ini bisa dimulai dari pelatihan vokasi terkait pada keterampilan teknis yang bisa langsung digunakan. Keduanya harus melengkapi dalam Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK). Relasi antara demand dengan supply jika dikelola dengan baik akan menghasilkan ekonomi yang luar biasa," ucap Anwar.
(cip)
Lihat Juga :