Harun Masiku di Dalam atau Luar Negeri? Ini Kata KPK
Jum'at, 07 Juni 2024 - 11:48 WIB
loading...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan mengungkap keberadaan buronan Harun Masiku, apakah masih di dalam atau luar negeri. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) enggan mengungkap keberadaan buronan Harun Masiku , apakah masih di dalam atau luar negeri. Lembaga antirasuah itu hanya menyatakan terus mencari tersangka kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2019 Wahyu Setiawan.
"Kalau proses pencarian kan berulang kali kami tidak bisa sampaikan secara teknis, mau di dalam/luar negeri," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan yang dikutip Jumat (7/6/2024).
Ali melanjutkan, pihaknya saat ini terus mengumpulkan keterangan saksi terkait keberadaan Harun Masiku. "Di mana pun keberadaannya itulah yang sedang kami dalami," ujarnya.
"Ketika ada informasi baru kemudian kami lakukan pengejaran melalui informasi-informasi yang ada," katanya.
Untuk diketahui, KPK baru-baru ini telah memeriksa tiga saksi terkait kasus yang menyeret Harun Masiku itu. Tiga orang yang dimaksud adalah pengacara Simeon Petrus serta dua mahasiswa Hugo Ganda dan Melita De Grave.
"Kebetulan informasi kan baru masuk, sehingga kami lakukan pemanggilan terhadap beberapa orang, kan kemarin tiga orang lebih sudah dilakukan pemanggilan," ujarnya.
"Kalau proses pencarian kan berulang kali kami tidak bisa sampaikan secara teknis, mau di dalam/luar negeri," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan yang dikutip Jumat (7/6/2024).
Ali melanjutkan, pihaknya saat ini terus mengumpulkan keterangan saksi terkait keberadaan Harun Masiku. "Di mana pun keberadaannya itulah yang sedang kami dalami," ujarnya.
"Ketika ada informasi baru kemudian kami lakukan pengejaran melalui informasi-informasi yang ada," katanya.
Untuk diketahui, KPK baru-baru ini telah memeriksa tiga saksi terkait kasus yang menyeret Harun Masiku itu. Tiga orang yang dimaksud adalah pengacara Simeon Petrus serta dua mahasiswa Hugo Ganda dan Melita De Grave.
"Kebetulan informasi kan baru masuk, sehingga kami lakukan pemanggilan terhadap beberapa orang, kan kemarin tiga orang lebih sudah dilakukan pemanggilan," ujarnya.
Lihat Juga :