KJRI Cape Town Promosikan Pasar Rakyat dan Festival Film Indonesia

Sabtu, 01 Juni 2024 - 17:22 WIB
loading...
KJRI Cape Town Promosikan...
KJRI Cape Town menyelenggarakan FGD on Socio Cultural Issues. Acara tersebut digelar di Castle of Good Hope, Kamis, 30 Mei 2024 Foto/KJRI Cape Town
A A A
JAKARTA - Guna mempererat hubungan dan kerja sama Indonesia-Afrika Selatan, khususnya di bidang sosial budaya, KJRI Cape Town menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) on Socio Cultural Issues. Acara tersebut digelar di Castle of Good Hope, Kamis, 30 Mei 2024

FGD diikuti oleh Delegasi Badan Pengkajian MPR RI yang tengah berkunjung ke Cape Town untuk pertemuan dengan mitra Cape Town Afsel dan peninjauan pelaksanaan pemilu pada 29 Mei 2024. FGD juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat di Cape Town, seperti anggota parlemen Afrika Selatan, hakim, pelaku seni dan industri film, pengacara, general manager, wartawan, akademisi, tokoh agama, dan kalangan pengusaha. Di sela-sela acara, ditampilkan paduan suara Islami masyarakat Cape Town yang merupakan salah satu tradisi budaya yang sangat tua.

Diskusi sosial budaya sengaja diselenggarakan di Castle of Good Hope. Benteng ini dibangun tahun 1666-1679 dan merupakan bangunan kolonial tertua di Cape Town. Castle of Good Hope banyak merekam jejak sejarah perjuangan bangsa Afrika Selatan melawan kolonialisme dan keterkaitan sejarah social budaya dengan Indonesia.

Baca Juga: KJRI Cape Town Bantu ABK WNI dan Sosialisasikan Pemilu 2024

Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono menyoroti kedekatan sejarah dan budaya Indonesia dan Afrika Selatan. Pada tahun 1694, pejuang dan ulama besar Nusantara asal Gowa, Syekh Yusuf Al Makassari diasingkan ke Cape Town dan memperkenalkan agama Islam di Afrika Selatan. Atas jasanya, beliau dianugerahi the Order of the Companions of OR Tambo in Gold oleh Presiden Afrika Selatan Oliver Reginald Thambo pada 2005.

Pada 1780, Tuan Guru dari Tidore dipenjara di Robben Island, penjara Nelson Mandela semasa apartheid. Setelah bebas, beliau mendirikan madrasah pertama yang kemudian dibangun menjadi masjid dan dinamakan Masjid Auwal, merupakan masjid pertama di Afrika Selatan. Masjid ini berada di area Bo Kaap dan masih berdiri kokoh dan digunakan untuk ibadah hingga kini.

Dua nama tersebut adalah bagian dari orang-orang Indonesia yang datang di Afrika Selatan, dan menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas Cape Malay, yang saat ini populasinya telah melampaui 300 ribu orang.

Ighsaan Higgins, seorang lawyer, aktivis sosial, presenter senior Voice of the Cape, Owner dan Kurator Cape Heritage Museum, menggarisbawahi bahwa leluhur orang Afrika Selatan banyak berasal dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Lebih lanjut ditekankan peran penting Islam yang dibawa pejuang dan ulama Indonesia dalam melawan kolonialisme. Dia memandang pentingnya dikembangkan kerja sama kedua negara di bidang seni, budaya, musik, dan film.

FGD juga dimanfaatkan untuk bertukar pandang dan berbagi pengalaman terkait best practices penyelenggaraan pemilu, mengingat kedua negara tahun ini baru saja menyelenggarakan pesta demokrasi. Diketahui, pemilu di Indonesia digelar 14 Februari, sedangkan i Afrika Selatan 29 Mei.

Supriyanto dari MPR RI menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan langsung, Pemilu di Afrika Selatan telah terorganisir dengan baik. FGD juga bertukar pandangan mengenai dinamika National Assembly dan Council of Province Afrika Selatan, keterkaitan, dan tugas serta kewenangan.

Pada kesempatan itu, Konjen RI menyampaikan bahwa KJRI Cape Town pada 9 November 2024 akan menyelenggarakan Pasar Rakyat (Indonesian Folk Market/IFM) yang dirangkai dengan Festival Film Indonesia pada tanggal 10 dan 11 November 2024.

"IFM menggambarkan karakter khas masyarakat Indonesia yaitu keramahtamahan, persahabatan, serta ketulusan. IFM pertama kali diselenggarakan di Cape Town pada Oktober 2023 lalu dengan menampilkan seni, budaya, kuliner, dan beragam produk Indonesia. Event tersebut berhasil mengundang animo 4.695 masyarakat Cape Town dan sekitarnya," ujar Tudiono dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Sabtu (1/6/2024).

Atas permintaan Pemerintah Kota Mossel Bay (400 km dari Cape Town) yang memperhatikan keberhasilan event tersebut, diselenggarakan IFM kedua di Mossel Bay yang juga menjadi salah satu segmen peringatan 30 tahun hubungan diplomatik RI – Afrika Selatan.

"Dari komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, sejauh ini sejumlah perusahaan terutama UMKM dan produser film Indonesia telah konfirmasi rencana keikutsertaannya. Kemendikbudristek RI, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Bali Promotion Board turut mendukung penyelenggaraan acara tersebut," katanya.

Selain beragam kuliner dan produk Indonesia, IFM ketiga akan dimeriahkan penampilan Tim Kesenian Betawi. Mereka juga akan berkolaborasi dengan grup tari EOAN Group yang pimpinan dan instrukturnya adalah alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia.

Festival Film Indonesia akan menayangkan film-film Indonesia seperti “Battle of Surabaya” yang diikuti dengan pertemuan para pelaku industri film kedua negara, guna berbagi pengalaman dan menjajaki kerja sama. Selain itu juga akan ditampilkan film pendek pemenang festival film yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta pada Agustus 2024.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka KJRI di Chengdu,...
Buka KJRI di Chengdu, Ini Pertimbangan Pemerintah
KJRI Kuching Dampingi...
KJRI Kuching Dampingi 425 WNI Pulang dari Sarawak, termasuk Bayi
Perkuat Jejaring Internasional,...
Perkuat Jejaring Internasional, Universitas LIA Kunjungi KJRI di Vietnam
Wapres Gibran Pamer...
Wapres Gibran Pamer Program MBG di KTT G20
Prabowo Tugaskan Gibran...
Prabowo Tugaskan Gibran Hadiri KTT G20 di Johannesburg Afsel
Batik Jadi Lambang Kehangatan...
Batik Jadi Lambang Kehangatan Diplomasi Prabowo dan Ramaphosa
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Rekomendasi
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved