Bakti Sosial di Sumba Timur, Mensos Risma Dorong Masyarakat Tingkatkan Kepedulian
Selasa, 21 Mei 2024 - 02:57 WIB
loading...
A
A
A
Mensos juga memberikan perhatian kepada 88 pengidap kusta di kabupaten tersebut. Mensos bukan hanya mengoordinasikan ketersediaan obat dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Kementerian Kesehatan, tetapi juga melakukan intervensi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pengidap kusta, serta keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Intervensi yang dilakukan antara lain memberikan 50 ekor ayam petelur yang sudah siap bertelur, kepada setiap komunitas. Selain itu, diberikan pula alat-alat kebersihan diri, pakaian, serta peralatan makan secara personal. Penyediaan fasilitas air bersih sebagai upaya pencegahan dan intervensi kebersihan bagi penderita kusta juga dilakukan.
Mensos juga memberikan dukungan penuh untuk operasi katarak yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan Himpunan Bersatu Teguh. Dalam baksos ini, dari 334 yang mendaftar, 187 penerima manfaat yang lolos screening operasi katarak baksos ini, yang ditangani enam dokter mata. Pada hari pertama, operasi katarak dilakukan terhadap 79 orang dan dilanjutkan pada hari berikutnya.
"Kita tidak bisa menganggap enteng penyakit katarak, karena hilangnya penglihatan bisa berpengaruh secara ekonomi terhadap pengidap katarak maupun keluarganya," kata Mensos Risma.
Sejak dipimpin Risma, Kementerian Sosial mengoperasi lebih dari 7.000 pengidap katarak di seluruh Tanah Air. Karena pentingnya indra penglihatan, Kementerian Sosial juga membantu menangani 51 pengidap disabilitas netra di kabupaten tersebut secara medis maupun dari sisi pemberdayaan.
Dalam baksos ini, Kemensos juga melakukan asesmen audio terhadap 213 orang. Dari hasil asesmen tersebut, 165 penerima manfaat (PM) mendapatkan alat bantu dengar (ABD), sedangkan sisanya dinyatakan sehat. Namun, ada pula yang telinganya mengalami infeksi dan mengeluarkan cairan, sehingga harus dilakukan penyembuhan terlebih dahulu.
Intervensi yang dilakukan antara lain memberikan 50 ekor ayam petelur yang sudah siap bertelur, kepada setiap komunitas. Selain itu, diberikan pula alat-alat kebersihan diri, pakaian, serta peralatan makan secara personal. Penyediaan fasilitas air bersih sebagai upaya pencegahan dan intervensi kebersihan bagi penderita kusta juga dilakukan.
Mensos juga memberikan dukungan penuh untuk operasi katarak yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan Himpunan Bersatu Teguh. Dalam baksos ini, dari 334 yang mendaftar, 187 penerima manfaat yang lolos screening operasi katarak baksos ini, yang ditangani enam dokter mata. Pada hari pertama, operasi katarak dilakukan terhadap 79 orang dan dilanjutkan pada hari berikutnya.
"Kita tidak bisa menganggap enteng penyakit katarak, karena hilangnya penglihatan bisa berpengaruh secara ekonomi terhadap pengidap katarak maupun keluarganya," kata Mensos Risma.
Sejak dipimpin Risma, Kementerian Sosial mengoperasi lebih dari 7.000 pengidap katarak di seluruh Tanah Air. Karena pentingnya indra penglihatan, Kementerian Sosial juga membantu menangani 51 pengidap disabilitas netra di kabupaten tersebut secara medis maupun dari sisi pemberdayaan.
Dalam baksos ini, Kemensos juga melakukan asesmen audio terhadap 213 orang. Dari hasil asesmen tersebut, 165 penerima manfaat (PM) mendapatkan alat bantu dengar (ABD), sedangkan sisanya dinyatakan sehat. Namun, ada pula yang telinganya mengalami infeksi dan mengeluarkan cairan, sehingga harus dilakukan penyembuhan terlebih dahulu.
Lihat Juga :