Dua Sosok Pangdam yang Bertugas di Tanah Papua, Sama-sama Pasukan Elite TNI AD
Minggu, 19 Mei 2024 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Penugasan sebagai Pandam Kasuari yang terletak di Kampung Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat . Penugasan ini bukan hal baru baginya, karena lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri ini sudah memiliki pengalaman dalam operasi di wilayah konflik Papua. Selain itu, ia juga terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur (kini Timor Leste) dan Operasi Pengamanan dan Pemulihan di Aceh.
Pria yang lahir pada 19 April 1967 ini memulai karier militernya sebagai Pama Pussenif dan kemudian menjadi Danton Kostrad. Ia pernah menjabat sebagai Danton I/A/Yonif Linud 330/17/Kujang I Kostrad, Danton Intai Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad, Danton II/B/Yonif Linud 328/17/Kujang I Kostrad, dan Dankipan B/Yonif Linud 328/17/Kujang I Kostrad.
Haryanto juga pernah menjadi Kasi 2/Ops Yonif Linud 328/Dirgahayu, di mana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pernah bertugas, dan kembali ke Kujang I Kostrad sebagai Kasi 2/Ops Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad. Ia kemudian dipercaya sebagai Kasi Binkar Divif 1/Kostrad, Wadanyonif Linud 330/Tri Dharma, Pamen Kostrad (Dik Seskoad), dan Binkarwil Sterdam. Selain itu, ia juga menjadi Danyonif 131/Braja Sakti, Pabandya Ops Sopsdam I/Bukit Barisan, dan Dandim 0201/Medan, serta menjabat Kasbrigif Linud 18/Trisula Kostrad, kemudian Danbrigif Linud 3/Tri Budi Sakti.
Dedikasi dan loyalitas Haryanto membuatnya dipercaya sebagai Asops Kasdam VI/Mulawarman, Asops Kaskostrad, Pamen Denma Mabesad, dan akhirnya Danpusdikif Pussenif Kodiklatad. Kariernya terus naik dengan jabatan sebagai Kasdivif 2/Kostrad, Dirlat Kodiklatad, dan Waaslat Kasad Bidang Latihan. Prestasinya semakin cemerlang saat dia diangkat menjadi Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Jahpers, yang membawanya mendapatkan pangkat Mayjen TNI dengan dua bintang di pundaknya. Ia kemudian dipercaya menjadi Pangdivif 2/Kostrad, bertugas sejak 2023 hingga 2024, dan akhirnya menjadi Pangdam XVIII/Kasuari hingga saat ini.
Di bidang akademik, Haryanto juga menempuh berbagai pendidikan militer, termasuk Susarcab Inf, Suslapa I Inf, Suslapa II Inf, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2006, dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI pada 2015. Selain itu, ia mengikuti pelatihan pengembangan personel seperti Sussar PARA, Airborne pada 1993, Tar Korbantem, Tar Intel Strat, MTT Recruitment, Tar Ops Linud pada 1997, dan Tartih Inf Terpusat.
Pria yang lahir pada 19 April 1967 ini memulai karier militernya sebagai Pama Pussenif dan kemudian menjadi Danton Kostrad. Ia pernah menjabat sebagai Danton I/A/Yonif Linud 330/17/Kujang I Kostrad, Danton Intai Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad, Danton II/B/Yonif Linud 328/17/Kujang I Kostrad, dan Dankipan B/Yonif Linud 328/17/Kujang I Kostrad.
Haryanto juga pernah menjadi Kasi 2/Ops Yonif Linud 328/Dirgahayu, di mana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pernah bertugas, dan kembali ke Kujang I Kostrad sebagai Kasi 2/Ops Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad. Ia kemudian dipercaya sebagai Kasi Binkar Divif 1/Kostrad, Wadanyonif Linud 330/Tri Dharma, Pamen Kostrad (Dik Seskoad), dan Binkarwil Sterdam. Selain itu, ia juga menjadi Danyonif 131/Braja Sakti, Pabandya Ops Sopsdam I/Bukit Barisan, dan Dandim 0201/Medan, serta menjabat Kasbrigif Linud 18/Trisula Kostrad, kemudian Danbrigif Linud 3/Tri Budi Sakti.
Dedikasi dan loyalitas Haryanto membuatnya dipercaya sebagai Asops Kasdam VI/Mulawarman, Asops Kaskostrad, Pamen Denma Mabesad, dan akhirnya Danpusdikif Pussenif Kodiklatad. Kariernya terus naik dengan jabatan sebagai Kasdivif 2/Kostrad, Dirlat Kodiklatad, dan Waaslat Kasad Bidang Latihan. Prestasinya semakin cemerlang saat dia diangkat menjadi Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Jahpers, yang membawanya mendapatkan pangkat Mayjen TNI dengan dua bintang di pundaknya. Ia kemudian dipercaya menjadi Pangdivif 2/Kostrad, bertugas sejak 2023 hingga 2024, dan akhirnya menjadi Pangdam XVIII/Kasuari hingga saat ini.
Di bidang akademik, Haryanto juga menempuh berbagai pendidikan militer, termasuk Susarcab Inf, Suslapa I Inf, Suslapa II Inf, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2006, dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI pada 2015. Selain itu, ia mengikuti pelatihan pengembangan personel seperti Sussar PARA, Airborne pada 1993, Tar Korbantem, Tar Intel Strat, MTT Recruitment, Tar Ops Linud pada 1997, dan Tartih Inf Terpusat.
(abd)
Lihat Juga :