alexametrics

Panelis Berharap Kedua Capres Mampu Petakan Masalah 5 Tahun ke Depan

loading...
Panelis Berharap Kedua Capres Mampu Petakan Masalah 5 Tahun ke Depan
Capres nomor urut 01, Jokowi dan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto akan melakoni debat kedua yang bertema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup pada 17 Feburari mendatang. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 01, Jokowi dan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto akan melakoni debat kedua yang bertema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup pada 17 Feburari mendatang.

Koordinator Panelis debat, Sudharto mengatakan bahwa debat pada dasarnya bagian dari kampanye untuk menyampaikan sekaligus menjelaskan visi-misi yang akan ditawarkan kepada masyarakat. Maka itu, diharapkan nantinya kedua capres harus mampu memetakan masalah untuk lima tahun ke depan.

"Mana konsepnya, kalau bagi petahana tentu apa saja yang sudah dicapai, apa yang akan dilakukan, bagi Prabowo strategi kebijakan apa yang akan ditempuh," ujar Sudharto saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

(Baca juga: Panelis Terus Matangkan Draf Pertanyaan untuk Debat Capres Kedua)




Sudharto menegaskan, nantinya sejumlah pertanyaan yang akan diberikan tim panelis sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam tema debat. Sehingga diharapkan para calon pemimpin mampu membawa perubahan 5 tahun lebih baik lagi.

Menurut Sudharto, seluruh tim panelis terus mendengarkan masukan dari masyarakat sipil dan stakeholder untuk mematangkan seluruh pertanyaan yang akan disajikan kepada dua kandidat. (Baca juga: Debat Capres II, KPU Intensif Komunikasi dengan Panelis dan Ahli)

"Bagi kami itu sebuah fenomena yang baik. Artinya begitu banyak kepedulian untuk membawa lima tema itu menjadi lebih baik di lima tahun ke depan. Itu menunjukkan adanya kesadaran," pungkasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak