Bangun Keluarga Mandiri di Masa Pandemi melalui UPPKS
Rabu, 19 Agustus 2020 - 00:30 WIB
loading...
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menekankan agar setiap keluarga tidak terlalu terlena dengan dampak pandemi. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pagebluk virus corona (COVID-19) telah berimbas besar pada berbagai aspek seperti kesehatan, ekonomi , pendidikan, dan lainnya. Tak sedikit keluarga sangat terdampak dari wabah global tersebut.
Melihat kondisi itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menekankan agar setiap keluarga tidak terlalu terlena dengan dampak pandemi. Menurutnya, masih ada kesempatan untuk membangun ekonomi keluarga secara mandiri dengan memenuhi kebutuhan lokal sendiri.
"Kita pakai pandemi ini sebagai kesempatan membangun ekonomi yang mandiri. Ketika ekonomi kerakyatan itu sumbernya adalah koperasi, UMKM, dan UPPKS, maka ada kesempatan baik karena ada glokalisasi. Artinya, kita sempatkan penuhi kebutuhan lokal sendiri, bukan berarti anti asing," kata Hasto.(Baca juga: Update Corona: Positif 143.043 Orang, 96.306 Sembuh dan 6.277 Meninggal )
Bagi yang akan atau sedang menjalankan usaha, mantan Bupati Kulonprogo itu menyarankan agar masyarakat dapat melihat peluang dan tidak berhenti untuk berinovasi. Selain itu, perlu juga kerja keras dan mengelola keuangan keluarga sehingga tidak bersikap boros.
"Keluarga punya usaha, punya produk. Kemudian, punya rasa cinta terhadap produk lokal atau mandiri. Selain itu, juga punya jejaring (pemasaran) lewat koperasi dan networking secara virtual. Tanpa itu, kita tidak bisa memasarkan dengan baik," ujarnya.
Hal itu bisa dilakukan dengan bergabung pada kelompok Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (UPPKS). Di dalam wadah itu, anggotanya bisa mempelajari produk, mengembangkan modal, hingga belajar menguasai teknologi informasi (IT) untuk memasarkan produknya.(Baca juga: Erick Thohir Sebut Banyak yang Prediksi Indonesia Bubar Dihantam Covid-19 )
Ketua Umum Perkumpulan Andalan Kelompok UPPKS (AKU) Nasional, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengatakan, setiap kelompok UPPKS beranggotakan 10 orang dengan latar belakang dari keluarga sejahtera dan prasejahtera. Komunitas antarpelaku usaha itu dibentuk untuk saling membantu dengan mengusung prinsip tanggung renteng.
Melihat kondisi itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menekankan agar setiap keluarga tidak terlalu terlena dengan dampak pandemi. Menurutnya, masih ada kesempatan untuk membangun ekonomi keluarga secara mandiri dengan memenuhi kebutuhan lokal sendiri.
"Kita pakai pandemi ini sebagai kesempatan membangun ekonomi yang mandiri. Ketika ekonomi kerakyatan itu sumbernya adalah koperasi, UMKM, dan UPPKS, maka ada kesempatan baik karena ada glokalisasi. Artinya, kita sempatkan penuhi kebutuhan lokal sendiri, bukan berarti anti asing," kata Hasto.(Baca juga: Update Corona: Positif 143.043 Orang, 96.306 Sembuh dan 6.277 Meninggal )
Bagi yang akan atau sedang menjalankan usaha, mantan Bupati Kulonprogo itu menyarankan agar masyarakat dapat melihat peluang dan tidak berhenti untuk berinovasi. Selain itu, perlu juga kerja keras dan mengelola keuangan keluarga sehingga tidak bersikap boros.
"Keluarga punya usaha, punya produk. Kemudian, punya rasa cinta terhadap produk lokal atau mandiri. Selain itu, juga punya jejaring (pemasaran) lewat koperasi dan networking secara virtual. Tanpa itu, kita tidak bisa memasarkan dengan baik," ujarnya.
Hal itu bisa dilakukan dengan bergabung pada kelompok Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (UPPKS). Di dalam wadah itu, anggotanya bisa mempelajari produk, mengembangkan modal, hingga belajar menguasai teknologi informasi (IT) untuk memasarkan produknya.(Baca juga: Erick Thohir Sebut Banyak yang Prediksi Indonesia Bubar Dihantam Covid-19 )
Ketua Umum Perkumpulan Andalan Kelompok UPPKS (AKU) Nasional, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengatakan, setiap kelompok UPPKS beranggotakan 10 orang dengan latar belakang dari keluarga sejahtera dan prasejahtera. Komunitas antarpelaku usaha itu dibentuk untuk saling membantu dengan mengusung prinsip tanggung renteng.
Lihat Juga :