Setelah Pandemi Covid-19 Berlalu, Anggota DPR Ungkap Tren Pemulihan Ekonomi Semakin Solid
Selasa, 07 Mei 2024 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri dapat mengangkat pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan sektor transportasi dan ritel. Pemerintah juga terus menopang konsumsi masyarakat melalui berbagai bantuan sosial dan subsidi sebagai bantalan untuk melindungi daya beli masyarakat. “Untuk itu, kami yakin dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% sepanjang tahun 2024,” ungkapnya.
Selama periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan mandat kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terbukti telah mampu membawa ekonomi Indonesia melewati masa krisis akibat pandemi Covid-19. Bahkan, akhirnya bisa pulih lebih cepat dan tumbuh di kisaran 5%.
Capaian tersebut dianggap menjadi modal yang kuat yang disiapkan untuk mengejar target pertumbuhan 6-7% seperti yang diusung pemerintahan berikutnya di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. “Untuk itu, kita perlu lanjutkan hilirisasi, industrialisasi, pemerataan pembangunan, transisi energi hijau, pembangunan lumbung pangan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Kita perlu perluas hilirisasi di berbagai sektor seperti perkebunan, perhutanan, perikanan, UMKM, dan sektor digital,” kata Puteri.
Contohnya, pada komoditas nikel yang setelah dilakukan hilirisasi mampu menghasilkan penerimaan perpajakan hingga Rp17,96 triliun pada 2022 atau naik 10,8 kali lipat dibandingkan 2016 yang hanya Rp1,66 triliun. Hilirisasi juga mampu membuka lapangan kerja.
Di Sulawesi Tengah (Sulteng) misalnya, sebelum hilirisasi, hanya 1.800 tenaga kerja yang terserap di dalam pengolahan nikel. Setelah hilirisasi, menjadi 71.500 tenaga kerja yang bisa bekerja. “Kalau hilirisasi yang sedang berjalan ini bisa kita teruskan. Pastinya juga akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja yang jauh lebih besar. Dengan begitu, kita bisa mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas,” pungkasnya.
Selama periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan mandat kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terbukti telah mampu membawa ekonomi Indonesia melewati masa krisis akibat pandemi Covid-19. Bahkan, akhirnya bisa pulih lebih cepat dan tumbuh di kisaran 5%.
Capaian tersebut dianggap menjadi modal yang kuat yang disiapkan untuk mengejar target pertumbuhan 6-7% seperti yang diusung pemerintahan berikutnya di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. “Untuk itu, kita perlu lanjutkan hilirisasi, industrialisasi, pemerataan pembangunan, transisi energi hijau, pembangunan lumbung pangan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Kita perlu perluas hilirisasi di berbagai sektor seperti perkebunan, perhutanan, perikanan, UMKM, dan sektor digital,” kata Puteri.
Contohnya, pada komoditas nikel yang setelah dilakukan hilirisasi mampu menghasilkan penerimaan perpajakan hingga Rp17,96 triliun pada 2022 atau naik 10,8 kali lipat dibandingkan 2016 yang hanya Rp1,66 triliun. Hilirisasi juga mampu membuka lapangan kerja.
Di Sulawesi Tengah (Sulteng) misalnya, sebelum hilirisasi, hanya 1.800 tenaga kerja yang terserap di dalam pengolahan nikel. Setelah hilirisasi, menjadi 71.500 tenaga kerja yang bisa bekerja. “Kalau hilirisasi yang sedang berjalan ini bisa kita teruskan. Pastinya juga akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja yang jauh lebih besar. Dengan begitu, kita bisa mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :