Direspons Positif, BLT Pekerja Rp600 Ribu/Bulan Harus Tepat Sasaran
Selasa, 18 Agustus 2020 - 18:59 WIB
loading...
Pemerintah berencana memberi bantuan sosial kepada pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Para pekerja akan mendapatkan bantuan masing-masing Rp600 ribu per bulan dan akan digelontorkan selama empat bulan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) telah memberi dampak bagi kehidupan masyarakat, salah satunya terhadap kehidupan para pekerja.
Gara-gara pandemi, banyak pekerja yang tidak bisa mendapatkan upahnya secara penuh bahkan ada banyak juga yang harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) . Hal ini tak pelak menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Dilatarbelakangi dari kondisi itu, pemerintah pun berencana memberikan bantuan sosial kepada para pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta.
Para pekerja tersebut akan mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan dan akan digelontorkan dalam waktu empat bulan. (Baca juga: Tingkat Rata-rata Nasional Kematian Akibat Covid-19 Mencapai 4,4%)
![Direspons Positif, BLT Pekerja Rp600 Ribu/Bulan Harus Tepat Sasaran]()
Target pelaksanaan bantuan ini akan dimulai September 2020 mendatang. Melalui program ini, pemerintah berharap bisa mendongkrak daya konsumsi masyarakat sehingga misi pemulihan ekonomi pun bisa segera terealisasi.
Dari hasil survei online yang diadakan Litbang Sindo Media pada 10-14 Agustus 2020 lalu, sebanyak 75% responden mengaku sudah mengetahui dengan baik tentang program ini. Mereka juga mengaku turut menyambut positif pemberlakukan kebijakan ini.
Mayoritas responden juga sepakat dengan skema dan besaran bantuan yang diberikan, yaitu sebesar Rp600 ribu per bulan dengan jumlah total Rp2,4 juta. Bantuan akan diberikan setiap dua bulan sekali dimana pada satu kali pencairan, pekerja akan menerima Rp1,2 juta.
“Nominal Rp600 ribu wajarlah untuk menambah pemasukan. Di tengah pandemi ini, berapapun nominalnya, pasti uang tersebut sangat bermanfaat,”ujar Nyanyu Bela warga Tangerang Selatan. (Baca juga: Di Hadapan KSAD dan Wakapolri, Anies Sebut Penanganan Covid-19 di Jakarta Berjalan Baik )
Meski demikian, pendapat berbeda diungkapkan responden lainnya bernama Rizka. Bagi perempuan yang menyandang status sebagai pekerja ini, jumlah yang ditetapkan termasuk tidak wajar.
“Untuk yang hidup di Jakarta, uang segitu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya.
![Direspons Positif, BLT Pekerja Rp600 Ribu/Bulan Harus Tepat Sasaran]()
Tepat Sasaran
Pelaksanaan program baru tentu tak lepas dari adanya kendala. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjalankan program ini, salah satunya terkait penyaluran bantuan.
Melihat pelaksanaan program bantuan yang pernah dijalankan sebelumnya, pelaksanaan distribusi bantuan bagi masyarakat seringkali tidak berjalan optimal.
Hal tersebut membuat banyak masyarakat pun pada akhirnya ikut meragukan ketepatan sasaran distribusi dalam program BLT pekerja ini. Dalam hasil survei, hal tersebut disampaikan oleh 64% responden.
“Saya berharap dalam pelaksanaannya program ini tepat sasaran dan jelas serta segera terealisasikan,” ujar Annisa Novia.
Meski dilanda rasa pesimis terkait efektivitas, masyarakat tetap menaruh harapan besar pada program ini. Ada tiga harapan utama yang dilontarkan para responden terkait dengan pelaksanaan program.
![Direspons Positif, BLT Pekerja Rp600 Ribu/Bulan Harus Tepat Sasaran]()
Selain tepat sasaran dan tepat guna, masyarakat juga berharap program ini dapat segera mendorong terciptanya pemulihan ekonomi Indonesia yang saat ini sangat terpuruk. Faktanya, di tengah pandemi Covid-19 ini, Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang minus.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2020, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mencapai besaran -5,32%. Kondisi yang memprihatinkan ini perlu ditangani segera. Kebijakan bantuan bagi para pekerja ini diharapkan bisa menjadi salah satu jalan keluar.
![Direspons Positif, BLT Pekerja Rp600 Ribu/Bulan Harus Tepat Sasaran]()
Gara-gara pandemi, banyak pekerja yang tidak bisa mendapatkan upahnya secara penuh bahkan ada banyak juga yang harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) . Hal ini tak pelak menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Dilatarbelakangi dari kondisi itu, pemerintah pun berencana memberikan bantuan sosial kepada para pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta.
Para pekerja tersebut akan mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan dan akan digelontorkan dalam waktu empat bulan. (Baca juga: Tingkat Rata-rata Nasional Kematian Akibat Covid-19 Mencapai 4,4%)

Target pelaksanaan bantuan ini akan dimulai September 2020 mendatang. Melalui program ini, pemerintah berharap bisa mendongkrak daya konsumsi masyarakat sehingga misi pemulihan ekonomi pun bisa segera terealisasi.
Dari hasil survei online yang diadakan Litbang Sindo Media pada 10-14 Agustus 2020 lalu, sebanyak 75% responden mengaku sudah mengetahui dengan baik tentang program ini. Mereka juga mengaku turut menyambut positif pemberlakukan kebijakan ini.
Mayoritas responden juga sepakat dengan skema dan besaran bantuan yang diberikan, yaitu sebesar Rp600 ribu per bulan dengan jumlah total Rp2,4 juta. Bantuan akan diberikan setiap dua bulan sekali dimana pada satu kali pencairan, pekerja akan menerima Rp1,2 juta.
“Nominal Rp600 ribu wajarlah untuk menambah pemasukan. Di tengah pandemi ini, berapapun nominalnya, pasti uang tersebut sangat bermanfaat,”ujar Nyanyu Bela warga Tangerang Selatan. (Baca juga: Di Hadapan KSAD dan Wakapolri, Anies Sebut Penanganan Covid-19 di Jakarta Berjalan Baik )
Meski demikian, pendapat berbeda diungkapkan responden lainnya bernama Rizka. Bagi perempuan yang menyandang status sebagai pekerja ini, jumlah yang ditetapkan termasuk tidak wajar.
“Untuk yang hidup di Jakarta, uang segitu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya.

Tepat Sasaran
Pelaksanaan program baru tentu tak lepas dari adanya kendala. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjalankan program ini, salah satunya terkait penyaluran bantuan.
Melihat pelaksanaan program bantuan yang pernah dijalankan sebelumnya, pelaksanaan distribusi bantuan bagi masyarakat seringkali tidak berjalan optimal.
Hal tersebut membuat banyak masyarakat pun pada akhirnya ikut meragukan ketepatan sasaran distribusi dalam program BLT pekerja ini. Dalam hasil survei, hal tersebut disampaikan oleh 64% responden.
“Saya berharap dalam pelaksanaannya program ini tepat sasaran dan jelas serta segera terealisasikan,” ujar Annisa Novia.
Meski dilanda rasa pesimis terkait efektivitas, masyarakat tetap menaruh harapan besar pada program ini. Ada tiga harapan utama yang dilontarkan para responden terkait dengan pelaksanaan program.

Selain tepat sasaran dan tepat guna, masyarakat juga berharap program ini dapat segera mendorong terciptanya pemulihan ekonomi Indonesia yang saat ini sangat terpuruk. Faktanya, di tengah pandemi Covid-19 ini, Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang minus.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2020, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mencapai besaran -5,32%. Kondisi yang memprihatinkan ini perlu ditangani segera. Kebijakan bantuan bagi para pekerja ini diharapkan bisa menjadi salah satu jalan keluar.

(dam)
Lihat Juga :