Satgas TNI Konga Berhasil Sadarkan 32 Milisi Republik Demokratik Kongo
Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:25 WIB
loading...
Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B berfoto bersama mantan milisi dari kelompok Aigle Alleluya seusai penyerahan diri dan senjata. FOTO/Papen Satgas TNI Konga XXXIX-/RDB Monusco Lettu Laut (KH/W) Lilia Budiyanti
A
A
A
JAKARTA - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) kembali mengukir prestasi di tanah Afrika .
Para prajurit TNI berhasil mengembalikan 32 orang milisi dari kelompok Aigle Alleluya pimpinan Mr Kalinde Takataka Rodantien ke masyarakat. Proses kembalinya milisi beserta alat perangnya berupa 20 pucuk AK-47 beserta magazennya, 8 busur, dan 15 buah anak panah ini dipimpin Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Hadrianus Yossy SB, mewakili Komandan Satgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja di hutan dekat Desa Lukengwe (32 km Kalemie Utara dari COB) Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, beberapa waktu lalu. (Baca juga: Ini Harapan Pangkostrad dan Gubernur Akmil Setelah Dilantik Kasad)
Keberhasilan tersebut bermula dari dilaksanakannya kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) terpadu. Seperti pembuatan sarana olahraga berupa lapangan sepak bola beserta alat penunjang lainnya yang diprakarsai oleh Kompi A, perbaikan jembatan oleh Kompi B, dan pembuatan toilet umum oleh Kompi C serta kegiatan lainnya di Desa Lukombwe. (Baca juga: TNI Tegaskan Tak Kerahkan Alutsista dalam Penegakkan Protokol Kesehatan)
Pada saat pelaksanaan kegiatan CIMIC itu, Kepala Desa Luhaka memberikan informasi kepada Indo RDB bahwa ada kelompok milisi yang akan menyerahkan diri di sekitar Desa Lukengwe dan Desa Bakari. Dari informasi tersebut, dengan cepat ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Markas Indo RDB melalui Kasi Intel Kapten Inf M Assegaf.
Selanjutnya, Komandan Satgas memerintahkan pasukannya untuk melaksanakan Long Range Patrol (LRP) dengan menurunkan dua tim. Tim 1 dipimpin Kapten Inf M Choriq dan Tim 2 dipimpin Kapten Inf Ihsan Hanafi sebagai pencari data dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Kerja keras tim LRP akhirnya berhasil. Mereka mampu menyakinkan kelompok milisi untuk bersedia menyerahkan diri kepada Indo RDB Monusco dalam waktu dan tempat yang sudah ditentukan.
Para prajurit TNI berhasil mengembalikan 32 orang milisi dari kelompok Aigle Alleluya pimpinan Mr Kalinde Takataka Rodantien ke masyarakat. Proses kembalinya milisi beserta alat perangnya berupa 20 pucuk AK-47 beserta magazennya, 8 busur, dan 15 buah anak panah ini dipimpin Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Hadrianus Yossy SB, mewakili Komandan Satgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja di hutan dekat Desa Lukengwe (32 km Kalemie Utara dari COB) Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, beberapa waktu lalu. (Baca juga: Ini Harapan Pangkostrad dan Gubernur Akmil Setelah Dilantik Kasad)
Keberhasilan tersebut bermula dari dilaksanakannya kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) terpadu. Seperti pembuatan sarana olahraga berupa lapangan sepak bola beserta alat penunjang lainnya yang diprakarsai oleh Kompi A, perbaikan jembatan oleh Kompi B, dan pembuatan toilet umum oleh Kompi C serta kegiatan lainnya di Desa Lukombwe. (Baca juga: TNI Tegaskan Tak Kerahkan Alutsista dalam Penegakkan Protokol Kesehatan)
Pada saat pelaksanaan kegiatan CIMIC itu, Kepala Desa Luhaka memberikan informasi kepada Indo RDB bahwa ada kelompok milisi yang akan menyerahkan diri di sekitar Desa Lukengwe dan Desa Bakari. Dari informasi tersebut, dengan cepat ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Markas Indo RDB melalui Kasi Intel Kapten Inf M Assegaf.
Selanjutnya, Komandan Satgas memerintahkan pasukannya untuk melaksanakan Long Range Patrol (LRP) dengan menurunkan dua tim. Tim 1 dipimpin Kapten Inf M Choriq dan Tim 2 dipimpin Kapten Inf Ihsan Hanafi sebagai pencari data dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Kerja keras tim LRP akhirnya berhasil. Mereka mampu menyakinkan kelompok milisi untuk bersedia menyerahkan diri kepada Indo RDB Monusco dalam waktu dan tempat yang sudah ditentukan.
Lihat Juga :