Pontjo Sutowo Minta Pelayanan Dunia Usaha Berlandaskan Agama

Sabtu, 27 April 2024 - 18:00 WIB
loading...
Pontjo Sutowo Minta...
Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo menggelar Group Diskusi Terfokus bertema Aktualisasi Makna Spiritualitas Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di Dunia Usaha Bagi Pembangunan Karakter Diri dan Bangsa, Jumat (26/4/2024). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Aliansi Kebangsaan menggelar kegiatan Group Diskusi Terfokus bertema “Aktualisasi Makna Spiritualitas Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di Dunia Usaha Bagi Pembangunan Karakter Diri dan Bangsa”, Jumat (26/4/2024).

Kegiatan diskusi yang dilakukan secara daring menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Prof Komaruddin Hidayat, Direktur Interfaith Institut Universitas Islam Internasional Indonesia Prof Dr Franz Magnis Suseno, Guru Besar STF Driyarkara Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Syamsul Hadi, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Julian Foe, Co-Founder Kingdom Business Community.

Baca juga: Aliansi Kebangsaan Minta Pemerintah Sehatkan Demokrasi

“Diskusi ini bertujuan menemukan dan mengaktualisasikan makna spiritualitas sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa di dunia usaha bagi pembangunan karakter diri dan bangsa,” kata Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo.

Menurut dia, agama menjadi sarana dan wahana pemajuan bangsa dan peradaban Indonesia. Untuk itu maka penyelenggaraan aspek pelayanan di dunia usaha berlandaskan asas Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kondisi prasyarat (conditio sine qua non).

“Persoalannya ialah entrepreneurship bagaimana yang kita perlukan khususnya dari sisi karakter dan kualitas kinerja dalam rangka pelayanan bagi kepentingan nasional,” kata Pontjo.

Dia membahas korelasi antara agama dengan dunia usaha sangat relevan dan berguna bagi upaya membangun bangsa dan karakternya.

Melalui diskusi yang menampilkan narasumber berkompetensi akan mengeksplorasi makna kesejatian hidup manusia Indonesia dalam konteks hubungan vertikal sebagai makhluk dengan Tuhan Sang Maha Penciptanya, dan dalam konteks hubungan horizontal antarwarga Indonesia serta antara warga Indonesia dengan pemerintahannya di tingkat pusat maupun daerah.

Terkait dengan kedua dimensi hubungan tersebut, patut dicamkan sebagai rujukan makna substantif yang tersurat pada dan tersirat dari Alinea ke-3 Pembukaan UUD 1945 yang menyatakanaAtas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Rumusan Alinea ke-3 Pembukaan UUD 1945 itu lanjut Pontjo, menggambarkan pengakuan tulus para pendiri bangsa bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa, dan bukan hanya karena perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia belaka.

Melalui forum ini, Pontjo berharap peserta dan narasumber bisa berbagi pengalaman empirik di mana ini amat diperlukan guna memperkaya pemahaman dan memperluas cakrawala berpikir tentang posisi dan peran agama dalam mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat.

Khusus terkait hal dimaksud maka upaya mentransformasikan kesalehan ritual menjadi amal kebajikan kesalehan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan faktor determinan. Sejarah mencatat bahwa agama juga merupakan basis membangun peradaban manusia dan bangsa.

“Saya berharap diskusi ini menghasilkan output aspiratif yang relevan dan berguna dari aktualisasi makna spiritualitas nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di dunia usaha untuk mendorong keberhasilan pembangunan karakter diri dan bangsa agar Indonesia mampu menjalin hubungan dan kerja sama secara setara dan sekaligus sanggup bersaing dengan berbagai bangsa dan negara,” katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Pontjo Sutowo...
Respons Pontjo Sutowo Soal Saiful Mujani Dituduh Makar
JK dan Sejumlah Tokoh...
JK dan Sejumlah Tokoh Nasional Tanda Tangani Petisi Keadilan Hotel Sultan
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Paradoks Persaudaraan...
Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara
Politik, Iman, dan Belanja:...
Politik, Iman, dan Belanja: Mesin Peradaban Manusia
Dialog Antaragama untuk...
Dialog Antaragama untuk Perdamaian di Asia Tenggara
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Membaca Peluang di Tengah...
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Rekomendasi
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Richard Lee Ditahan...
Richard Lee Ditahan Kejati, Dokter Detektif: Bukti Sudah Lengkap dan Siap Diuji di Pengadilan
Berita Terkini
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved