Pemerintah Tak Perlu Khawatir Deklarasi KAMI, IPW Sebut di Era SBY Pernah Ada Gerakan Serupa

Selasa, 18 Agustus 2020 - 07:27 WIB
loading...
Pemerintah Tak Perlu...
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan, Pemerintah Jokowi, terutama TNI-Polri tidak perlu khawatir terhadap terbentuknya Koalis Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang akan melakukan deklarasi hari ini.

"Sebab apa yang dilakukan tokoh tokoh yang tergabung dalam KAMI adalah wujud dari hak berdemokrasi anak-anak bangsa yang dijamin UU," kata Neta saat dihubungi Sindonews, Selasa (18/8/2020). (Baca juga; Sekjen KMPK Buka-bukaan Soal Rencana Amien Rais Hadiri Deklarasi KAMI )

Neta memandang, sikap kritis dan mengkoreksi sikap, prilaku, dan kinerja jajaran pemerintahan adalah bagian dari kepedulian anak-anak bangsa terhadap bangsa ini maupun rakyat Indonesia. Untuk itu, pemerintah dengan aparatur TNI polri nya tidak perlu menanggapi kehadiran KAMI dengan sikap represif. (Baca juga : Praktik Aborsi Ilegal, Selama 15 Bulan Ribuan Janin Dibunuh )

Neta menyarankan agar Pemerintah santai dan slow saja menanggapinya. Sebab, diyakininya KAMI tak akan menjadi milisi sipil seperti di beberapa negara Afrika atau menjadi Taliban di Afghanistan. (Baca juga; Pengamat Ini Sarankan KAMI Menjadi Parpol )

"Tapi KAMI hanya sebuah gerakan intelektual sipil yang peduli dengan bangsa ini. Di era presiden SBY, sejumlah tokoh, termasuk saya di dalamnya mendirikan MKRI (Mejelis Kedaulatan Rakyat Indonesia)," ujarnya.

Neta mengatakan, saat itu pemerintah SBY sempat khawatir MKRI akan melakukan gerakan perlawanan, sehingga saat MKRI akan melakukan aksi demontrasi, aparat keamanan sempat menurunkan panser militer dan Polri di sejumlah titik ibukota Jakarta. Padahal MKRI hanya melakukan orasi dan bagi bagi sembako di depan markas YLBI.

Baginya, sikap pemerintah yang terlalu cemas dan paranoid itu adalah hal biasa, karena mereka tidak mau kecolongan hingga terjadi kekacauan di ibukota. Hal itu pula yang terjadi di jajaran pemerintahan saat melihat sejumlah tokoh hadir dalam deklerasi KAMI. "Sebab itu IPW berharap pemerintah, TNI, dan polri slow saja menanggapi kehadiran KAMI," pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
IPW Sebut Masyarakat...
IPW Sebut Masyarakat Ingin Kompolnas Independen, Sama Seperti Komnas HAM
Pelajar Dianiaya hingga...
Pelajar Dianiaya hingga Tewas, IPW: Brimob Tidak Cocok Dihadapkan dengan Warga Sipil
Jaksa Turki Tuntut Hukuman...
Jaksa Turki Tuntut Hukuman 2.430 Tahun Penjara untuk Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu
Masih Tinggal di Persembunyian,...
Masih Tinggal di Persembunyian, Machado Terkejut Raih Hadiah Nobel Perdamaian
Rekomendasi
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Berita Terkini
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Infografis
Tak Ada Indonesia, Berikut...
Tak Ada Indonesia, Berikut Negara dengan Tank Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved