alexametrics

Dituding Rusak Baliho Demokrat dan SBY, Hasto: Itu Bukan Karakter PDIP

loading...
Dituding Rusak Baliho Demokrat dan SBY, Hasto: Itu Bukan Karakter PDIP
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto angkat bicara menanggapi tudingan Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief bahwa pelaku perusakan atribut kampanye Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disuruh kader PDIP. Foto/SINDOphoto
A+ A-
LANGKAT - Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief menuding pelaku perusakan atribut kampanye Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disuruh oleh kader PDIP. Tudingan itu disampaikan Andi dalam akun Twitter pribadinya.

Pernyataan Andi ini pun ditanggapi oleh Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto saat pidato safari kebangsaan dan konsolidasi politik di hadapan ribuan kader PDIP di Langkat, Sumatera Utara.

"Jadi kalau ada yang mengatakan di Pekanbaru sana, kita dituduh kader PDI Perjuangan ada yang merusak bendera Demokrat, itu bukan watak, itu bukan karakter PDI Perjuangan," ujar Hasto di Langkat, Sabtu (15/12/2018).



Hasto menganggap, dari hasil survei PDIP tidak memiliki irisan politik dengan Partai Demokrat, PAN, dan PKS. Hasto menganggap partainya hanya memiliki irisan dengan Partai Gerindra. Kendati begitu, kata Hasto, sejatinya yang memiliki irisan dengan Gerindra adalah Partai Golkar, Nasdem, Demokrat dan PAN.

"Jadi tidak ada relasinya yang menuduh kita dengan tindakan tercela tersebut," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Kata Hasto, bicara sejarah perusakan, PDIP sejak 1997 telah mengalami penyerangan. Meski Kantor PDIP diserang, pihaknya tidak bermelodrama. Maka itu, Hasto menegaskan jika ada pihak-pihak yang menuduh PDIP di balik perusakan atribut Demokrat maka pihak tersebut tidak paham sejarah.

Menurut Hasto, PDIP memilih menempuh jalur hukum saat kantornya diserang ketimbang melakukan melodrama. "Kita tidak menangis di hadapan rakyat. Kita justru meneguhkan mental kita, untuk berjuang. Namanya partai (suara) turun, jangan salahkan pihak lain. Namanya elektabilitas partai turun, kembali refleksi ke dalam. Apakah ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan partainya," tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak