Deretan Tokoh Intelijen Legendaris Indonesia, Nomor 2 Jenderal Bintang 5
Kamis, 18 April 2024 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Zulkifli Lubis lahir di Aceh pada 26 Desember 1923. Berdasarkan kiprahnya sebagai perintis badan intelijen pertama di Indonesia, dia memiliki julukan ‘Bapak Intelijen Indonesia’. Sempat mempelajari dunia intelijen dari Rokugawa, Zulkifli pernah bertugas di Badan Keamanan Rakyat (BKR) setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Barulah pada September 1945, Zulkifli membentuk organisasi intelijen pertama di Indonesia dengan nama Badan Istimewa (BI). Pada awal Mei 1946, sempat dilakukan pelatihan khusus intelijen di daerah Ambarawa. Saat itu, sekitar 40 pemuda yang lulus kemudian menjadi anggota Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), sebuah lembaga yang menjadi "payung" gerakan intelijen dengan beberapa unit ad hoc, bahkan operasi luar.
![Deretan Tokoh Intelijen Legendaris Indonesia, Nomor 2 Jenderal Bintang 5]()
Pascaperubahan politik nasional 1965, Soeharto menjadi Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib). Kemudian pada 22 Agustus 1966, Soekarno mendirikan Komando Intelijen Negara (KIN) dengan Jenderal TNI Soeharto sebagai kepala.
Pada salah satu kebijakannya, Soeharto turut membentuk Komando Intelijen Negara (KIN) dan meleburkan Badan Pusat Intelijen (BPI) ke dalamnya di bawah Letkol Ali Moertopo dengan asisten Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani dan Aloysius Sugiyanto.
Barulah pada September 1945, Zulkifli membentuk organisasi intelijen pertama di Indonesia dengan nama Badan Istimewa (BI). Pada awal Mei 1946, sempat dilakukan pelatihan khusus intelijen di daerah Ambarawa. Saat itu, sekitar 40 pemuda yang lulus kemudian menjadi anggota Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), sebuah lembaga yang menjadi "payung" gerakan intelijen dengan beberapa unit ad hoc, bahkan operasi luar.

2. Jenderal Besar (Purn) Soeharto
Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto merupakan Presiden ke-2 RI. Pada perjalanannya, Soeharto yang lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Hindia Belanda juga sempat menjadi pimpinan BIN.Pascaperubahan politik nasional 1965, Soeharto menjadi Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib). Kemudian pada 22 Agustus 1966, Soekarno mendirikan Komando Intelijen Negara (KIN) dengan Jenderal TNI Soeharto sebagai kepala.
Pada salah satu kebijakannya, Soeharto turut membentuk Komando Intelijen Negara (KIN) dan meleburkan Badan Pusat Intelijen (BPI) ke dalamnya di bawah Letkol Ali Moertopo dengan asisten Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani dan Aloysius Sugiyanto.
Lihat Juga :