Waspadai Gangguan Mental, Akademisi Ingatkan Pentingnya Olahraga dan Berwisata

Rabu, 17 April 2024 - 20:57 WIB
loading...
Waspadai Gangguan Mental,...
Akademisi Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Syarif Maulana mengatakan, orang yang mengalami gangguan mental berujung nekat bunuh diri mencerminkan kurangnya relaksasi diri. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Beberapa orang yang mengalami gangguan mental berujung nekat bunuh diri. Hal itu mencerminkan kurangnya relaksasi diri. Seperti kejadian terbaru selebgram FM alias MJ bunuh diri dengan menyiarkan secara langsung di media sosialnya.

Akademisi Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Syarif Maulana menilai gangguan mental kerap terjadi di remaja modern.

“Melihat Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 disampaikan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia lebih dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional,” ujar Syarif, Selasa (16/4/2024).

Baca juga: Mengenal 6 Jenis Gangguan Mental

Berkaca dari data tersebut, lebih 12 juta penduduk dengan rentang usia sama mengalami depresi. Gangguan mental ini dapat menjadikan penderita melakukan aksi nekat seperti bunuh diri.

Menurut Founder Komunitas Filsafat Kelas Isolasi ini, salah satu cara menjaga kesehatan mental adalah memanfaatkan waktu luang. Dia menyinggung pandangan Filsuf Aristoteles.

“Dalam pandangan Aristoteles, waktu luang menempati posisi penting dalam usaha mencapai keutamaan (eudaimonia). Seseorang baru bisa mewujudkan kepenuhan hidup dan batinnya jika mampu bergerak dan berkarya di dalam waktu senggang,” ungkapnya.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan olahraga. Dengan begitu, pemuda bisa melepaskan diri dari kesibukan dan tekanan lainnya.

“Selain memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, olahraga juga merupakan aktivitas manusia yang dimungkinkan oleh waktu luang. Untuk dapat menjalankan olahraga secara maksimal dan konsisten, siapa pun mesti bisa sementara waktu melepaskan diri dari kesibukan yang mengikat,” katanya.

Kemudian, generasi muda juga perlu meluangkan waktu untuk beriwsata. Dengan berwisata, kita melepaskan diri dari kesibukan.

“Demikian halnya dalam menikmati turisme atau pariwisata. Menurut Oxford English Dictionary, pariwisata diartikan sebagai bepergian untuk kesenangan atau bepergian yang menghasilkan keuntungan komersial bagi lokasi atau penyelenggara turisme,” ujar Syarif.

Di sisi lain, pariwisata erat kaitannya dengan bepergian dalam waktu luang. Untuk menikmati pariwisata, agak sulit jika seseorang berada dalam kesibukan.

Kemudian, olahrga dan pariwisata diikat dalam satu konsep yaitu bermain. Hal ini selaras dengan pendapat ahli Roger Caillois yang melihat olahraga dapat dilihat sebagai agon dan pariwisata dapat dipahami sebagai ilinx dalam artian membuat pengunjung mengalami realitas yang lain.

"Meski berbeda secara jenis permainan, kedua kegiatan tersebut sama-sama perwujudan dari manusia sebagai homo ludens yang dengan demikian menjadi penanda penting dalam gerak kebudayaan,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Akademisi Dilaporkan...
Akademisi Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Ubedilah Badrun: Kenapa Tidak Adu Data Saja?
Ketum Peradi Profesional:...
Ketum Peradi Profesional: Berhenti Jadikan Algoritma sebagai Entitas yang Kebal Hukum
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved