Menteri Trenggono: Penyelundupan Lobster Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Rabu, 17 April 2024 - 17:04 WIB
loading...
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan praktik penyelundupan benih bening lobster menyebabkan negara rugi hingga triliunan rupiah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Praktik penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) menyebabkan kerugian negara hingga triliunan rupiah setiap tahunnya. Berbagai kebijakan dilakukan, salah satunya memperkuat kerja sama dengan negara lain.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kekesalannya atas praktik penyelundupan benih bening lobster yang menyebabkan negara rugi hingga triliunan rupiah. Trenggono memastikan tak akan tinggal diam atas praktik gelap tersebut. Pihaknya akan melakukan perubahan tata kelola benih bening lobster, serta memperkuat diplomasi perikanan dengan Vietnam.
"Kita diberi anugerah sama Tuhan, BBL luar biasa di perairan Indonesia. Tapi kenapa yang berkembang justru di negara lain untuk budidaya? Kemudian ini lolos saja (penyelundupan), padahal sudah berusaha kita tahan dengan peraturan menteri agar tidak terjadi perdagangan. Terus kita mau diam saja?" ujar Trenggono pada acara Halal Bihalal KKP di Jakarta, Rabu (17/4/2024).
Baca juga: Penyelundupan Benih Lobster Rp19 Miliar ke Malaysia Berhasil Digagalkan
Trenggono menjelaskan KKP telah menyepakati kerja sama perikanan dengan Vietnam, sebagai negara yang selama ini memanfaatkan BBL dari Indonesia untuk kegiatan budidaya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Vietnam membutuhkan ratusan juta ekor BBL untuk menopang kegiatan budidaya.
”Kerja sama perikanan Indonesia - Vietnam utamanya untuk menekan praktik penyelundupan BBL, membuka pintu investasi budidaya lobster modern di Indonesia, transfer teknologi hingga etos kerja yang selama ini diterapkan pembudidaya di Vietnam ke Indonesia,” ucapnya.
Baca juga: Gandeng Vietnam Perangi Penyelundupan Lobster, Indonesia Bisa Jadi Pemasok Dunia
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kekesalannya atas praktik penyelundupan benih bening lobster yang menyebabkan negara rugi hingga triliunan rupiah. Trenggono memastikan tak akan tinggal diam atas praktik gelap tersebut. Pihaknya akan melakukan perubahan tata kelola benih bening lobster, serta memperkuat diplomasi perikanan dengan Vietnam.
"Kita diberi anugerah sama Tuhan, BBL luar biasa di perairan Indonesia. Tapi kenapa yang berkembang justru di negara lain untuk budidaya? Kemudian ini lolos saja (penyelundupan), padahal sudah berusaha kita tahan dengan peraturan menteri agar tidak terjadi perdagangan. Terus kita mau diam saja?" ujar Trenggono pada acara Halal Bihalal KKP di Jakarta, Rabu (17/4/2024).
Baca juga: Penyelundupan Benih Lobster Rp19 Miliar ke Malaysia Berhasil Digagalkan
Trenggono menjelaskan KKP telah menyepakati kerja sama perikanan dengan Vietnam, sebagai negara yang selama ini memanfaatkan BBL dari Indonesia untuk kegiatan budidaya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Vietnam membutuhkan ratusan juta ekor BBL untuk menopang kegiatan budidaya.
”Kerja sama perikanan Indonesia - Vietnam utamanya untuk menekan praktik penyelundupan BBL, membuka pintu investasi budidaya lobster modern di Indonesia, transfer teknologi hingga etos kerja yang selama ini diterapkan pembudidaya di Vietnam ke Indonesia,” ucapnya.
Baca juga: Gandeng Vietnam Perangi Penyelundupan Lobster, Indonesia Bisa Jadi Pemasok Dunia
Lihat Juga :