Cegah Corona, GSUI Bersama Yayasan BUMN Sumbang 50 Wastafel Cuci Tangan
Senin, 17 Agustus 2020 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
Founder GSUI Muhanto Hatta mengatakan, penyaluran 50 wastafel untuk cuci tangan merupakan bagian dari protokol kesehatan di semua rumah ibadah Jabodetabek seperti masjid, gereja, wihara, pura dan rumah ibadah lainnya.
"Gerakan Rp1.000 untuk Indonesia tidak hanya berorientasi pada berapa besar jumlah uang yang terkumpul, lebih dari itu, gerakan ini adalah wujud perjuangan dalam satu jiwa yang sama yakni jiwa persatuan, gotong royong, dan solidaritas kemanusiaan yang hakikinya adalah jati diri bangsa Indonesia," kata Muhanto Hatta, Senin (17/8/2020).
"Gerakan Rp1.000 untuk Indonesia memanggil setiap anak bangsa dari Sabang sampai Merauke untuk ikut menyingsingkan lengan baju merajut kembali persatuan dan kesatuan dan bersama-sama bergandengan tangan bahu membahu membela negara melawan Covid-19," sambungnya.
Muhanto Hatta menjelaskan, di bawah bendera Merah Putih pihaknya bergerak bersama. Tidak memandang suku, agama, ras, partai politik atau golongan.
"Siapa pun kita, tua muda, pelajar, mahasiswa, pegawai, entrepreneur, ibu rumah tangga, petani, nelayan, buruh, dokter, bidan, perawat. Kita dipanggil secara pribadi oleh Ibu Pertiwi untuk berbuat sesuatu bagi Tanah Air ini, bagi Indonesia yang lebih sehat dan maju," tandasnya.
"Gerakan Rp1.000 untuk Indonesia tidak hanya berorientasi pada berapa besar jumlah uang yang terkumpul, lebih dari itu, gerakan ini adalah wujud perjuangan dalam satu jiwa yang sama yakni jiwa persatuan, gotong royong, dan solidaritas kemanusiaan yang hakikinya adalah jati diri bangsa Indonesia," kata Muhanto Hatta, Senin (17/8/2020).
"Gerakan Rp1.000 untuk Indonesia memanggil setiap anak bangsa dari Sabang sampai Merauke untuk ikut menyingsingkan lengan baju merajut kembali persatuan dan kesatuan dan bersama-sama bergandengan tangan bahu membahu membela negara melawan Covid-19," sambungnya.
Muhanto Hatta menjelaskan, di bawah bendera Merah Putih pihaknya bergerak bersama. Tidak memandang suku, agama, ras, partai politik atau golongan.
"Siapa pun kita, tua muda, pelajar, mahasiswa, pegawai, entrepreneur, ibu rumah tangga, petani, nelayan, buruh, dokter, bidan, perawat. Kita dipanggil secara pribadi oleh Ibu Pertiwi untuk berbuat sesuatu bagi Tanah Air ini, bagi Indonesia yang lebih sehat dan maju," tandasnya.
(maf)
Lihat Juga :