HUT RI di Tengah Pandemi, MUI Ajak Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Minggu, 16 Agustus 2020 - 20:22 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi mengajak seluruh komponen bangsa bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya, sehingga bangsa Indonesia masih diberi kekuatan dan perlindungan dalam menghadapi berbagai musibah, ujian, dan cobaan. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan, Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 RI diperingati oleh bangsa Indonesia di tengah situasi pandemi global COVID-19. MUI mengajak seluruh komponen bangsa bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya, sehingga bangsa Indonesia masih diberi kekuatan dan perlindungan dalam menghadapi berbagai musibah, ujian, dan cobaan.
"MUI mengajak kepada rakyat Indonesia untuk berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat wabah virus corona dari bumi Indonesia dan seluruh dunia," kata Zainut kepada SINDOnews, Minggu (16/8/2020).
Pihaknya juga mengajak semua komponen bangsa untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional. NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemerdekaan Indonesia dicapai atas ikhtiar bersama seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan, sehingga kemerdekaan harus dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. (Baca juga: Larang Warga Gelar Lomba 17-an, Pengurus RT/RW Diminta Lakukan Pengawasan )
"Kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama, karena kebhinnekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan semangat persaudaraan kebangsaan yang hakiki," katanya.
Zainut juga menyatakan MUI mendorong kepada pemerintah untuk terus melakukan ikhtiar mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan bernegara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Ia menilai saat ini mulai terjadi gejala memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan di kalangan warga bangsa. Hal tersebut ditandai dengan menguatnya sikap individualistik dan perilaku eksklusif kelompok yang mengusung tema primordialisme. Juga sikap permisif masyarakat terhadap paham radikal yang menentang Pancasila dan simbol-sombol negara dengan dalih agama. (Baca juga: Cihuy, Besok BI Luncurkan Uang Baru Khusus HUT ke-75 RI )
"Di sisi lain merasuknya paham liberalisme dan sekularisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan dalih kebebasan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Semuanya itu merupakan ancaman bagi kelangsungan NKRI dan Pancasila," katanya.
"MUI mengajak kepada rakyat Indonesia untuk berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat wabah virus corona dari bumi Indonesia dan seluruh dunia," kata Zainut kepada SINDOnews, Minggu (16/8/2020).
Pihaknya juga mengajak semua komponen bangsa untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional. NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemerdekaan Indonesia dicapai atas ikhtiar bersama seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan, sehingga kemerdekaan harus dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. (Baca juga: Larang Warga Gelar Lomba 17-an, Pengurus RT/RW Diminta Lakukan Pengawasan )
"Kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama, karena kebhinnekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan semangat persaudaraan kebangsaan yang hakiki," katanya.
Zainut juga menyatakan MUI mendorong kepada pemerintah untuk terus melakukan ikhtiar mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan bernegara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Ia menilai saat ini mulai terjadi gejala memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan di kalangan warga bangsa. Hal tersebut ditandai dengan menguatnya sikap individualistik dan perilaku eksklusif kelompok yang mengusung tema primordialisme. Juga sikap permisif masyarakat terhadap paham radikal yang menentang Pancasila dan simbol-sombol negara dengan dalih agama. (Baca juga: Cihuy, Besok BI Luncurkan Uang Baru Khusus HUT ke-75 RI )
"Di sisi lain merasuknya paham liberalisme dan sekularisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan dalih kebebasan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Semuanya itu merupakan ancaman bagi kelangsungan NKRI dan Pancasila," katanya.
Lihat Juga :