Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard Tampubolon Ultimatum KKB Bebaskan Pilot Susi Air
Selasa, 02 April 2024 - 18:48 WIB
loading...
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard Tampubolon kembali mengultimatum KKB Papua, agar segera melepaskan pilot Susi Air, Capt Philips Mark Marthens. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan ( Pangkogabwilhan ) III Letnan Jenderal (Letjen) TNI Richard Tampubolon kembali mengultimatum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, agar segera melepaskan pilot Susi Air, Capt Philips Mark Marthens.
"Segera bebaskan Pilot Philips Mark Marthens, karena penawanan pilot tersebut sangat menghambat transportasi masyarakat OAP (Orang Asli Papua) termasuk suplai logistik khususnya di distrik terisolir," kata Richard dalam keteranganya, Selasa (1/4/2024).
Kemudian, Jenderal Bintang Tiga tersebut meminta KKB segera menghentikan pembantaian kepada warga. Ia menjelaskan, KKB semakin hari semakin brutal dan biadab.
"Meminta agar pembantaian terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah dihentikan, serta penggunaan perempuan dan anak-anak sebagai pendukung operasi KKB," tegasnya.
"KKB juga telah menyasar tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan semua pekerja yang berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, dan terisolir," tambahnya.
"Segera bebaskan Pilot Philips Mark Marthens, karena penawanan pilot tersebut sangat menghambat transportasi masyarakat OAP (Orang Asli Papua) termasuk suplai logistik khususnya di distrik terisolir," kata Richard dalam keteranganya, Selasa (1/4/2024).
Kemudian, Jenderal Bintang Tiga tersebut meminta KKB segera menghentikan pembantaian kepada warga. Ia menjelaskan, KKB semakin hari semakin brutal dan biadab.
"Meminta agar pembantaian terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah dihentikan, serta penggunaan perempuan dan anak-anak sebagai pendukung operasi KKB," tegasnya.
"KKB juga telah menyasar tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan semua pekerja yang berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil, tertinggal, dan terisolir," tambahnya.
Lihat Juga :