Langgar Prosedur, Ahli Epidemiologi UI Ragukan Obat COVID-19 Unair
Minggu, 16 Agustus 2020 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
"Balitbangkes, National Ethical Review itu ada, saya pernah tanya apakah pernah di-review nggak penelitian dari Unair, katanya nggak ada. Mereka tidak mengajukan. Apakah di-review nggak oleh Komite Etik yang ada di Unair, saya tanya beberapa temen di Unair, nggak ada tuh," kata Pandu.
Atas dasar itu, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI itu menegaskan, tanpa itu semua, hasilnya tidak bisa dipercaya sama sekali. Apalagi kalau sudah dipublikasikan. Sementara, penelitian ini belum direview oleh dunia akademis kedokteran, bagaimana hasilnya dikritik, dievaluasi, bagaimana hasilnya, seperti apa metodenya, dan paling tidak bagaimana pengukurannya.(Baca juga: Peneliti Unair Sebut Obat COVID-19 Dapat Sembuhkan Pasien hingga 90% )
"Selama itu tidak dipenuhi, jangan sekali-kali percaya hasil penelitian itu walaupun itu dilakukan oleh lembaga yang paling berwenang seperti Unair, nggak ada artinya itu," kata Pandu.
Atas dasar itu, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI itu menegaskan, tanpa itu semua, hasilnya tidak bisa dipercaya sama sekali. Apalagi kalau sudah dipublikasikan. Sementara, penelitian ini belum direview oleh dunia akademis kedokteran, bagaimana hasilnya dikritik, dievaluasi, bagaimana hasilnya, seperti apa metodenya, dan paling tidak bagaimana pengukurannya.(Baca juga: Peneliti Unair Sebut Obat COVID-19 Dapat Sembuhkan Pasien hingga 90% )
"Selama itu tidak dipenuhi, jangan sekali-kali percaya hasil penelitian itu walaupun itu dilakukan oleh lembaga yang paling berwenang seperti Unair, nggak ada artinya itu," kata Pandu.
(abd)
Lihat Juga :