Kehadiran KAMI Oase di Tengah Nihilnya Parpol Oposisi

Minggu, 16 Agustus 2020 - 13:45 WIB
loading...
Kehadiran KAMI Oase...
Deklarasi Aliansi Pendukung Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Gedung DDII, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menganggap kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diinisiasi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh aktivis, seperti oase air yang mengalir di tengah padang gurun dunia persilatan politik yang kering, karena tidak ada keseimbangan oposisi yang dimainkan partai politik.

"Seharusnya partai politik itu yang jadi oposisi, bukan KAMI," ujar Uchok saat dihubungi SINDOnews, Minggu (16/8/2020)

Saat ini, menurut Uchok, partai politik sudah jadi milik oligarki, yang tujuannya bukan kepentingan untuk rakyat. Parpol malah takluk pada kekuasaan agar mendapat jabatan-jabatan politik dan penghargaan dari pemerintah dan agar jika elit partai meninggal, dikubur di makam pahlawan. (Baca juga: Koalisi Din Syamsuddin dkk Gelar Deklarasi pada 18 Agustus Mendatang )

Karena itu, Uchok menyarankan kepada KAMI agar tidak melenceng dan harus tetap seperti "ormas" bukan menjelma menjadi partai politik. Ia berharap, KAMI menjadi rumah bagi orang-orang yang punya idealis untuk mengkritik pemerintah yang saat ini tidak jelas arah perjalanannya.

"Meskipun saat ini, unsur-unsur yang masuk dalam KAMI belum sempurna seperti Fordem (Forum Demokrasi) zamannya Gus dur. Kalau KAMI seperti saat ini, masih elitis, belum merakyat, makanya harus melobi orang-orang yang punya massa agar gerakan ini lebih kuat," katanya.(Baca juga: Didukung Banyak Pihak, Din Syamsuddin: KAMI Koalisi yang Sangat Majemuk )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Gandeng JK hingga Said...
Gandeng JK hingga Said Aqil, Din Syamsuddin Inisiasi Aliansi Global untuk Kemanusiaan
Dubes Iran Bertemu Din...
Dubes Iran Bertemu Din Syamsuddin dan Tokoh Islam, Gaungkan Kampanye Anti-Perang
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Ajukan Din Syamsuddin dan Mantan Wakapolri Oegroseno sebagai Ahli
Din Syamsuddin: Kita...
Din Syamsuddin: Kita Tak Boleh Menutup Mata pada Gejala Keretakan
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penetapan Roy Suryo Cs Jadi Tersangka Tak Sesuai Nilai Etika Moral, Hukum, dan Politik
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Berita Terkini
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved