Mengenal Literasi Digital sejak Dini Agar Makin Cakap Digital
Rabu, 27 Maret 2024 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Penjelasan mengenai literasi digital kemudian disampaikan oleh tiga orang narasumber. Paparan pertama disampaikan oleh Mujiantok, CEO & founder Atsoft Teknologi. Dia menekankan peran penting etika digital.
"Saat berselancar di internet, kita harus tetap mengedapankan etika. Sebagai pengguna internet, pastikan kita menggunakan media sosial untuk hal positif. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab mengingat jejak digital di internet sangat susah untuk dihapus. Etika berinternet juga berkaitan dengan integritas. Di mana kita harus jujur serta jangan menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya," katanya.
Dia berpesan untuk tidak ikut menyebarkan konten negatif. Salah satu tindakan etis yang dapat dilakukan adalah dengan cara memproduksi konten yang bermanfaat atau positif.
Narasumber kedua, Sani Widowati (Educator at Where ther be Dragons) menuturkan, selain menjaga etika, di dunia digital, pengguna internet harus mengamankan data diri dan terus waspada akan kejahatan di media sosial. Salah satu upaya terhindar dari kejahatan di internet adalah dengan membuat password yang kuat.
”Untuk adik-adik di sekolah dasar mulai sekarang terapkan keamanan data kalian, jangan pernah menyebarkannya di media sosial, tidak semua akun boleh kalian akses, harus tetap menjaga kerahasiaan akun agar terhindar dari serangan hacker,” tutur Sani.
Paparan terakhir disampaikan oleh Ratu Vivit Novita, influencer yang berbagi materi tentang budaya bermedia digital. Bicara tentang budaya bermedia digital, menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah memudarnya wawasan kebangsaan serta menipisnya sopan santun.
"Saat berselancar di internet, kita harus tetap mengedapankan etika. Sebagai pengguna internet, pastikan kita menggunakan media sosial untuk hal positif. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab mengingat jejak digital di internet sangat susah untuk dihapus. Etika berinternet juga berkaitan dengan integritas. Di mana kita harus jujur serta jangan menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya," katanya.
Dia berpesan untuk tidak ikut menyebarkan konten negatif. Salah satu tindakan etis yang dapat dilakukan adalah dengan cara memproduksi konten yang bermanfaat atau positif.
Narasumber kedua, Sani Widowati (Educator at Where ther be Dragons) menuturkan, selain menjaga etika, di dunia digital, pengguna internet harus mengamankan data diri dan terus waspada akan kejahatan di media sosial. Salah satu upaya terhindar dari kejahatan di internet adalah dengan membuat password yang kuat.
”Untuk adik-adik di sekolah dasar mulai sekarang terapkan keamanan data kalian, jangan pernah menyebarkannya di media sosial, tidak semua akun boleh kalian akses, harus tetap menjaga kerahasiaan akun agar terhindar dari serangan hacker,” tutur Sani.
Paparan terakhir disampaikan oleh Ratu Vivit Novita, influencer yang berbagi materi tentang budaya bermedia digital. Bicara tentang budaya bermedia digital, menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah memudarnya wawasan kebangsaan serta menipisnya sopan santun.
Lihat Juga :