TNI AD: 13 Oknum Prajurit Penganiaya Definus Kogoya akan Ditetapkan sebagai Tersangka
Senin, 25 Maret 2024 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk itu dari Pangdam Cenderawasih sendiri sudah melakukan surat perintah penahanan sementara dan nanti oknum prajurit dari Yonif Raider 300/Brajawijaya ini akan ditahan di instalasi maximum security yang ada di Pomdam Siliwangi untuk ditetapkan sebagai tersangka," kata Izak.
Baca juga: Komnas HAM Soroti Dugaan Penyiksaan Warga Sipil Papua yang Viral di Medsos
Izak mengunjungi penganiayaan terhadap warga Papua yang juga diidentifikasi sebagai anggota KKB, Definus Kogoya diduga akan membakar sebuah Puskesmas di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
"Dari permasalahan ini adalah kenapa Definus Kogoya dianiaya atau dilakukan kekerasan kepada dirinya adalah bahwa Definus Kogoya itu tertangkap pascapatroli aparat keamanan TNI-Polri karena ada informasi dari masyarakat akan ada yang membakar Puskesmas Omukia, Kabupaten Puncak," ungkapnya.
Izak menegaskan pihaknya tidak menoleransi tindakan kekerasan yang dilakukan prajurit TNI tersebut. "Saya berusaha membangun penyelesaian konflik dan permasalahan di Papua dengan pendekatan humanis dengan mengedepankan kearifan lokal harus selaras dengan bagaimana masyarakat di Papua sana menyelesaikan permasalahan," pungkas Izak.
Baca juga: Komnas HAM Soroti Dugaan Penyiksaan Warga Sipil Papua yang Viral di Medsos
Izak mengunjungi penganiayaan terhadap warga Papua yang juga diidentifikasi sebagai anggota KKB, Definus Kogoya diduga akan membakar sebuah Puskesmas di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
"Dari permasalahan ini adalah kenapa Definus Kogoya dianiaya atau dilakukan kekerasan kepada dirinya adalah bahwa Definus Kogoya itu tertangkap pascapatroli aparat keamanan TNI-Polri karena ada informasi dari masyarakat akan ada yang membakar Puskesmas Omukia, Kabupaten Puncak," ungkapnya.
Izak menegaskan pihaknya tidak menoleransi tindakan kekerasan yang dilakukan prajurit TNI tersebut. "Saya berusaha membangun penyelesaian konflik dan permasalahan di Papua dengan pendekatan humanis dengan mengedepankan kearifan lokal harus selaras dengan bagaimana masyarakat di Papua sana menyelesaikan permasalahan," pungkas Izak.
(cip)
Lihat Juga :