Peluncuran Program Petani Milenial Kaltim untuk Ketahanan Pangan IKN
Minggu, 24 Maret 2024 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Bersama Kementan, program ini juga berhasil mendata petani muda di berbagai provinsi, menggandeng sektor private maupun BUMN untuk mengambil bagian dalam pemberdayaan anak muda di bidang pertanian.
“Kami juga mengelola hibah internasional melalui Yayasan Kitong Bisa untuk menyasar anak muda di daerah terluar di Indonesia. Jadi, kami memberikan pelatihan bagi teman-teman yang memang sudah berfokus di bidang tani maupun memperkenalkan keterampilan bertani pada anak muda yang sebelumnya tidak memiliki ketertarikan maupun latar belakang pertanian,” ujarnya.
Akmal menuturkan perlu adanya terobosan pertanian untuk menarik minat anak muda. “Kita lihat anak-anak muda kita (di Kaltim), minatnya terhadap pertanian bukan lagi kurang, tetapi saya katakan sudah krisis begitu ya. Kita tidak bisa lagi pakai cara-cara lama. Untuk menarik minat anak muda bertani, kita perlu ciptakan pertanian modern dengan pemanfaatan tekonologi canggih yang sesuai dengan zaman,” katanya.
“Saya menyambut baik kehadiran Kaka Billy dan rekan-rekan dari Kementerian Pertanian yang secara aktif mengajak Provinsi Kalimantan Timur untuk berkolaborasi. Saya memang memiliki konsentrasi di bidang pertanian. Saya belajar sampai ke Korea untuk memahami teknologi mereka. Insya Allah kolaborasi ini akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi generasi muda di Kaltim. IKN dan terus bergerak hingga dampaknya dirasakan di seluruh Indonesia,” ucapnya.
“Kami juga mengelola hibah internasional melalui Yayasan Kitong Bisa untuk menyasar anak muda di daerah terluar di Indonesia. Jadi, kami memberikan pelatihan bagi teman-teman yang memang sudah berfokus di bidang tani maupun memperkenalkan keterampilan bertani pada anak muda yang sebelumnya tidak memiliki ketertarikan maupun latar belakang pertanian,” ujarnya.
Akmal menuturkan perlu adanya terobosan pertanian untuk menarik minat anak muda. “Kita lihat anak-anak muda kita (di Kaltim), minatnya terhadap pertanian bukan lagi kurang, tetapi saya katakan sudah krisis begitu ya. Kita tidak bisa lagi pakai cara-cara lama. Untuk menarik minat anak muda bertani, kita perlu ciptakan pertanian modern dengan pemanfaatan tekonologi canggih yang sesuai dengan zaman,” katanya.
“Saya menyambut baik kehadiran Kaka Billy dan rekan-rekan dari Kementerian Pertanian yang secara aktif mengajak Provinsi Kalimantan Timur untuk berkolaborasi. Saya memang memiliki konsentrasi di bidang pertanian. Saya belajar sampai ke Korea untuk memahami teknologi mereka. Insya Allah kolaborasi ini akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi generasi muda di Kaltim. IKN dan terus bergerak hingga dampaknya dirasakan di seluruh Indonesia,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :