Partai Perindo: Jargon Pemilu Berintegritas Jauh dari Fakta
Kamis, 21 Maret 2024 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Dia menerangkan, selain adanya rekayasa yang diputuskan lewat pelanggaran etik dan berbuntut pada dipecatnya Anwa Usman dari jabatan Ketua MK, ada juga putusan DKPP tentang Ketua KPU Hasyim Asy'ari yang juga menerima pelanggaran etik. Pasalnya, KPU menerima syarat pencalonan presiden dan wakil presiden atas keputusan MK yang juga merupakan pelanggaran etik.
"Jadi, semua isinya pelanggaran etik semua, disitu letak ketidakintegritasan dari pemilu kita," kata politikus Partai Perindo --yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan mendukung Capres Pemilu 2024 Ganjar Pranowo itu.
Dia menambahkan, aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang sebenarnya ingin menjadi alat bantu, justru menjadi alat utama sebagai alat penggiringan opini. Sehingga, apa yang disebut dengan quick count itu dilegitimiasi dengan cara real count dan hasilnya tak jauh berbeda.
"Sehingga, saya kira Sirekap menjadi hal yang sangat membantu dalam hal ketidakintegritasan dari pemilu kita," pungkasnya.
"Jadi, semua isinya pelanggaran etik semua, disitu letak ketidakintegritasan dari pemilu kita," kata politikus Partai Perindo --yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan mendukung Capres Pemilu 2024 Ganjar Pranowo itu.
Dia menambahkan, aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang sebenarnya ingin menjadi alat bantu, justru menjadi alat utama sebagai alat penggiringan opini. Sehingga, apa yang disebut dengan quick count itu dilegitimiasi dengan cara real count dan hasilnya tak jauh berbeda.
"Sehingga, saya kira Sirekap menjadi hal yang sangat membantu dalam hal ketidakintegritasan dari pemilu kita," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :