Anggota Polri Gugur di Papua, Pengamat: Prajurit Harus Dibekali Ilmu Perang Asimetrik dan Pengetahuan Intelijen
Rabu, 20 Maret 2024 - 17:06 WIB
loading...
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati mengatakan, kondisi di Papua sampai hari ini masih menyisakan luka bagi bangsa Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Aksi kekerasan di Papua masih terus terjadi. Terbaru, dua anggota Polri bernama Bripda Arnaldobert dan Bripda Sandi Defrit gugur usai ditembak oleh Kelompok Separatis dan Teroris Papua (KSTP) pimpinan Aibon Kogoya.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, kondisi di Papua sampai hari ini masih menyisakan luka bagi bangsa Indonesia, utamanya tetap saja ada kusuma bangsa para prajurit dan perwira TNI-Polri yang gugur.
"Harus diingat ada beberapa hal yang belum tuntas di Papua," ujar Nuning, panggilan akrab Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Rabu (20/4/2024).
Baca juga: Polisi Buru KKB Pelaku Pembunuh 2 Anggota di Paniai Papua Tengah
Mantan anggota Komisi l DPR ini menilai, masalah di Papua yang berkembang saat ini karena ada beberapa akar yang harus di atasi. Antara lain, pertama menurut UU Otsus 2001 pembentukan pengadilan HAM dan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, kondisi di Papua sampai hari ini masih menyisakan luka bagi bangsa Indonesia, utamanya tetap saja ada kusuma bangsa para prajurit dan perwira TNI-Polri yang gugur.
"Harus diingat ada beberapa hal yang belum tuntas di Papua," ujar Nuning, panggilan akrab Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Rabu (20/4/2024).
Baca juga: Polisi Buru KKB Pelaku Pembunuh 2 Anggota di Paniai Papua Tengah
Mantan anggota Komisi l DPR ini menilai, masalah di Papua yang berkembang saat ini karena ada beberapa akar yang harus di atasi. Antara lain, pertama menurut UU Otsus 2001 pembentukan pengadilan HAM dan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
Lihat Juga :