Menko Polhukam Sebut Indonesia Punya Kepentingan Besar di Laut China Selatan

Selasa, 19 Maret 2024 - 16:43 WIB
loading...
Menko Polhukam Sebut...
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengungkapkan Laut China Selatan menjadi sumber ketegangan di Asia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam ) Hadi Tjahjanto mengungkapkan Laut China Selatan menjadi sumber ketegangan di Asia. Hal ini karena memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Bukan hanya sumber dayanya yang melimpah, ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan terjadi karena adanya sengketa teritorial klaim tumpang tindih dari enam negara.

"Yaitu Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," kata Menko Polhukam dalam webinar yang bertajuk 'Menjaga Kedaulatan dan Mencari Kawan di Laut China Selatan', Selasa (19/3/2024).

Baca juga: Konflik di Laut China Selatan

Hadi menambahkan, situasi di Laut China Selatan semakin memburuk dengan adanya klaim uniateal RRT untuk semua wilayah Laut China Selatan melalui nine dash line-nya.

"Indonesia memiliki kepentingan yang besar untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut Cina Selatan. Laut China Selatan berada di halaman depan Indonesia, dan tentunya kita tak ingin adanya konflik bahkan terjadinya perang terbuka di kawasan itu," tutur Hadi.

Stabilitas dan konflik di Laut China Selatan akan berdampak secara global. Kata Hadi, hal itu bisa berdampak langsung pada keamanan nasional Indonesia.

"Kita perlu mencermati masalah sengketa wilayah yang terjadi Laut China Selatan, RRT berargumen bahwa wilayah Laut China Selatan merupakan wilayah kedaulatannya, klaim hak sejarah," tutup Hadi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Ray Rangkuti Singgung...
Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved