Menko PMK Saksikan 5 Pandita Pimpin Upacara Tawur Kesanga di Candi Prambanan
Senin, 11 Maret 2024 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum PP KMHDI Darmawan, Ketua Umum PSN Pusat Jero Mangku Gede Pastika, Ketua Umum Pandu Nusa Dwijo Sumarto, Sekjen Prajaniti Hindu Indonesia I Wayan Kantun Mandara.
Dari Panitia Nasional Perayaan Nyepi Nasional dihadiri Ketua Umum Brigjen TNI I Ketut Gede Wetan Pastia, Ketua 1 Gede Narayana, Sekretaris Umum JM Astono Condro, Panitia Tawur Agung Kesanga Nasional Suyamto, GM Candi Prambanan Kolonel Laut I Gusti Putu Ngurah Sedana, Perwakilan TWC, Perwakilan BPK Jawa Tengah, Pembimas Jateng dan DIY, Ketua PHDI Jateng dan DIY, Muspida Klaten beserta PHDI Klaten.
Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan makna tema Nyepi yaitu Sat, Cit, Ananda untuk Indonesia Jaya.
“Sat artinya satya, kebenaran. Kebenaran adalah Dharma, sehingga semua harus benar, harus Dharma. Dharma yatra, Dharma dana, Dharma yudha. Pergi ke tempat-tempat benar, uangnya diperoleh dengan benar, bertempur dengan cara yang benar, dan lain sebagainya,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.
Sementara, Cit adalah kesadaran dan Ananda adalah kesukacitaan. Ketiganya penting untuk menciptakan umat berkualitas dan Indonesia yang jaya.
Ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Brigjen TNI I Ketut Gede Wetan Pastia melaporkan rangkaian kegiatan perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1946.
Dari Panitia Nasional Perayaan Nyepi Nasional dihadiri Ketua Umum Brigjen TNI I Ketut Gede Wetan Pastia, Ketua 1 Gede Narayana, Sekretaris Umum JM Astono Condro, Panitia Tawur Agung Kesanga Nasional Suyamto, GM Candi Prambanan Kolonel Laut I Gusti Putu Ngurah Sedana, Perwakilan TWC, Perwakilan BPK Jawa Tengah, Pembimas Jateng dan DIY, Ketua PHDI Jateng dan DIY, Muspida Klaten beserta PHDI Klaten.
Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan makna tema Nyepi yaitu Sat, Cit, Ananda untuk Indonesia Jaya.
“Sat artinya satya, kebenaran. Kebenaran adalah Dharma, sehingga semua harus benar, harus Dharma. Dharma yatra, Dharma dana, Dharma yudha. Pergi ke tempat-tempat benar, uangnya diperoleh dengan benar, bertempur dengan cara yang benar, dan lain sebagainya,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.
Sementara, Cit adalah kesadaran dan Ananda adalah kesukacitaan. Ketiganya penting untuk menciptakan umat berkualitas dan Indonesia yang jaya.
Ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Brigjen TNI I Ketut Gede Wetan Pastia melaporkan rangkaian kegiatan perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1946.
Lihat Juga :