alexametrics

Gempa Bali Tidak Menyurutkan Kongres IEEE Regional 10 Asia Pasifik

loading...
Gempa Bali Tidak Menyurutkan Kongres IEEE Regional 10 Asia Pasifik
Kongres IEEE Region 10 Asia Pacific Student, Youth, Women in Engineering, dan Life Member atau SYWL 2018, di Hotel Prime Plaza, Sanur, Bali pada 30 Agustus hingga 2 September. Foto/SINDOnews/Sucipto
A+ A-
JAKARTA - Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) sukses menggelar biannual Kongres IEEE Region 10 Asia Pacific Student, Youth, Women in Engineering, dan Life Member atau SYWL 2018, di Hotel Prime Plaza, Sanur, Bali pada 30 Agustus hingga 2 September.

Walaupun gempa datang terus menerus, namun hal ini tidak menyurutkan peserta dari berbagai negara untuk hadir di kongres internasional yang mengambil topik tentang “Collaborative Innovation for Society Development”.

Seperti diketahui, IEEE adalah sebuah organisasi profesi nirlaba international yang terdiri dari banyak ahli di bidang teknik yang mempromosikan pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek industri dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika. IEEE merupakan organisasi terbesar di dunia di bidang tersebut.

Saat ini IEEE Regional 10 memiliki sekitar 120.000 anggota di 58 Section, yang terdiri dari 1.400 student Branches (SB), profesional muda (Young Professional/YP), Women In Engineering (WIE) dan Life member group. Kongres ini juga dihadiri oleh 255 delegasi dari 15 negara dan 50 sections di Asia Pacific dari India hingga Filipina dan Korea hingga New Zealand.

Termasuk Presiden IEEE terpilih (dunia) James A Jefferies, Direktur IEEE Regional 10, Prof. Kukjin Chun, IEEE leaders dari Amerika, Eropa, Kanada dan Jepang. Sedangkan, dari Indonesia, perwakilan Menpora, dan Wali Kota Denpasar turut memeriahkan pembukaan kongres ini.

Ketua program LM pada kongres ini, Prof Dr Teddy Mantoro, menjadi negara tuan rumah kongres ini, memungkinkan IEEE Indonesia untuk meningkatkan jumlah anggota (engineer) dari Indonesia. Indonesia hanya memiliki satu section dengan 1.500 anggota, ini hanya seper-sepuluh dari sebuah section di India, yang memiliki 10.000 anggota per section-nya.

Dia menambahkan, menjadi anggota IEEE memiliki tanggung jawab untuk mendorong negara maju di era bonus demografi dan mengadapi era disruption, Industri 4.0. Menurut dia, para anggota LM, siap menjadi mentor, khususnya bagi anggota SB dan YP, aktifitas bersama dalam penelitian dan memberikan kuliah-kuliah ke-enginnering-an.

"Salah satu yang unik dari IEEE Chapter Indonesia dibandingkan dengan chapter lain di dunia adalah secara khusus Pancasila dinyatakan sebagai dasar pemikiran dalam Anggaran Rumah Tangga IEEE Indonesia, sejak pembentukan IEEE Chapter Indonesia," katanya.

General co-chair kongres yang juga anggota young professional IEEE, Kurnianingsih mengatakan, kongres ini akan memberikan nilai tambah bagi karir dan jaringan engineer muda agar dapat memainkan perannya dimasa depan.

"Bagi IEEE Indonesia, kami dapat mencontoh best practice tentang cara pengelolaan inisiatif dari berbagai section dari negara lain," kata Prof Dr Fitri Yuli Zulkifli sebagai ketua IEEE Indonesia Chapter, Minggu (2/92018).

Yang menarik, kongres ini ada track untuk anggota life member (LM). Persyaratan IEEE untuk menjadi anggota LM ternyata sangat berat, bukan hanya dedikasi di bidang ke-enginnering saja yang dihitung (minimal 35 tahun), namun juga blessing dari Sang Maha Pencipta (berusia 65 tahun). Indonesia memiliki 6 dari 983 anggota Life Member di IEEE Regional 10.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak