TNI Angkatan Laut Terus Melatih Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana
Rabu, 06 Maret 2024 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Puncak kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut (Kadispotmaral) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Gatot Mardiyono. Opsla yang diakhiri dengan simulasi kesiapsiagaan bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami yang melibatkan personel TNI, Polri, Pemda setempat, BPBD, Basarnas, BMKG, pelajar dan masyarakat maritim.
Menurut Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut Brigadir Jenderal TNI (Mar) Gatot Mardiyono, selaku Penanggung Jawab Pelatihan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Penanggulangan Bencana merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh TNI AL melalui Dispotmaral yang dilaksanakan tiap tahun dan diutamakan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam rangka memperkokoh Kemanunggalan TNI Angkatan Laut dan Rakyat," ujarnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (6/3/2024).
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, penanganan korban gempa bumi dan tsunami, sistem komando penanganan darurat bencana, mekanisme penanganan kelompok rentan, penyandang disabilitas dan pengungsi, manajemen kesiapsiagaan bencana, prosedur pelaksanan proses evakuasi mandiri dari ancaman risiko.
"Kegiatan diakhiri dengan simulasi kesiapsiagaan bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap gempa bumi dan tsunami," katanya.
Menurut Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut Brigadir Jenderal TNI (Mar) Gatot Mardiyono, selaku Penanggung Jawab Pelatihan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Penanggulangan Bencana merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh TNI AL melalui Dispotmaral yang dilaksanakan tiap tahun dan diutamakan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam rangka memperkokoh Kemanunggalan TNI Angkatan Laut dan Rakyat," ujarnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (6/3/2024).
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, penanganan korban gempa bumi dan tsunami, sistem komando penanganan darurat bencana, mekanisme penanganan kelompok rentan, penyandang disabilitas dan pengungsi, manajemen kesiapsiagaan bencana, prosedur pelaksanan proses evakuasi mandiri dari ancaman risiko.
"Kegiatan diakhiri dengan simulasi kesiapsiagaan bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap gempa bumi dan tsunami," katanya.
(zik)
Lihat Juga :