Yusuf Lakaseng Perindo Ungkap Pentingnya Hak Angket agar Maraknya Kejanggalan Pemilu 2024 Tak Terulang
Selasa, 05 Maret 2024 - 22:55 WIB
loading...
Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng berbicara pentingnya hak angket DPR untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng berbicara pentingnya hak angket DPR untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024. Dia mengatakan, hak angket itu penting dilakukan agar kejanggalan tidak terulang lagi di pemilu mendatang.
“Menurut saya hak angket ini adalah untuk penyelamatan demokrasi untuk penyelamat pemilu kita ke depannya tidak dirusak lagi seperti 2024 ini," kata Lakaseng saat ditemui di sela dialog Rakyat Bersuara yang mengusung tema 'Hak Angket dan Simsalabim Suara', Selasa (5/3/2023) malam.
Akan hal itu, Lakaseng menilai hak angket sangat perlu digulirkan. Ia menilai dalam pelaksanaan pemilu kali ini marak terjadinya kejanggalan.
Baca juga: Pemilu 2024 Marak Kejanggalan, Perindo: Hak Angket Mekanisme yang Harus Ditempuh
"Dan itu memang perlu, karena kita tahu bahwa pemilu ini begitu banyak keganjilan begitu banyak yang tidak patut terjadi, dan kita tahu bahwa penggunaan kewenangan kekuasaan di luar batas etis dan itu sangat tidak baik dalam demokrasi kita," ujarnya.
“Menurut saya hak angket ini adalah untuk penyelamatan demokrasi untuk penyelamat pemilu kita ke depannya tidak dirusak lagi seperti 2024 ini," kata Lakaseng saat ditemui di sela dialog Rakyat Bersuara yang mengusung tema 'Hak Angket dan Simsalabim Suara', Selasa (5/3/2023) malam.
Akan hal itu, Lakaseng menilai hak angket sangat perlu digulirkan. Ia menilai dalam pelaksanaan pemilu kali ini marak terjadinya kejanggalan.
Baca juga: Pemilu 2024 Marak Kejanggalan, Perindo: Hak Angket Mekanisme yang Harus Ditempuh
"Dan itu memang perlu, karena kita tahu bahwa pemilu ini begitu banyak keganjilan begitu banyak yang tidak patut terjadi, dan kita tahu bahwa penggunaan kewenangan kekuasaan di luar batas etis dan itu sangat tidak baik dalam demokrasi kita," ujarnya.
Lihat Juga :