Kepala BKKBN Tekankan Pentingnya Pahami Makna Audit Kasus Stunting
Selasa, 05 Maret 2024 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Gebyar AKS ini diikuti 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau dan dokter Hasto berkesempatan menyapa seluruh kabupaten/kota yang hadir secara virtual. Usai menyapa, dokter Hasto melanjutkan meninjau pelayanan KB di mobil unit pelayanan KB dan kegiatan dapur sehat atasi stunting (Dashat) yang juga dilaksanakan pada gebyar AKS ini.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Riau menggelar Gebyar Audit Kasus Stunting (AKS) 2024 serentak di seluruh kabupaten kota, berpusat di Kabupaten Kampar. Keberhasilan Kabupaten Kampar turunkan angka prevalensi stunting menjadi sorotan.
Di 2019 sebanyak 32,99%, pada 2020 sebanyak 23,7%, pada 2021 sebanyak 25,7%, dan terakhir data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 2022 menyatakan angka prevalensi stunting di Kabupaten Kampar sebesar 14,5% mendekati target nasional di angka 14%.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin dalam laporannya memaparkan bahwa selain kegiatan AKS terdapat rangkaian kegiatan lain yaitu pelayanan KB, pemberian tablet penambah darah bagi siswa SMA dan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin dan lainnya.
“Gebyar AKS kali ini menyasar sasaran audit sebanyak 562 orang sasaran yang terdiri dari 64 calon pengantin (catin), 151 orang ibu hamil, 73 orang ibu pasca persalinan, 282 orang bayi di bawah usia dua tahun, balita, dan sebanyak 455 sasaran pelayanan KB.
Selain sasaran tersebut, kegiatan ini juga melibatkan 39 orang pakar, terdiri dari 11 dokter spesialis anak, 12 spesialis ahli kandungan, 9 ahli gizi dan 7 orang psikolog. Gebyar AKS di Provinsi Riau ini diselenggarakan secara virtual dan dilakukan dialog antara Kepala BKKBN dengan para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.
Acara ini juga dihadiri para Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari TP-PKK, PPKB dan Sub PPKB, dan para bidan; anggota Forkominda Riau, anggota Forkominda Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
Hadir juga Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Kepala TP-PKK Riau dan Kabupaten/Kota se-Riau, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Riau dan kabupaten/kota, para mitra, camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Riau menggelar Gebyar Audit Kasus Stunting (AKS) 2024 serentak di seluruh kabupaten kota, berpusat di Kabupaten Kampar. Keberhasilan Kabupaten Kampar turunkan angka prevalensi stunting menjadi sorotan.
Di 2019 sebanyak 32,99%, pada 2020 sebanyak 23,7%, pada 2021 sebanyak 25,7%, dan terakhir data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 2022 menyatakan angka prevalensi stunting di Kabupaten Kampar sebesar 14,5% mendekati target nasional di angka 14%.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin dalam laporannya memaparkan bahwa selain kegiatan AKS terdapat rangkaian kegiatan lain yaitu pelayanan KB, pemberian tablet penambah darah bagi siswa SMA dan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin dan lainnya.
“Gebyar AKS kali ini menyasar sasaran audit sebanyak 562 orang sasaran yang terdiri dari 64 calon pengantin (catin), 151 orang ibu hamil, 73 orang ibu pasca persalinan, 282 orang bayi di bawah usia dua tahun, balita, dan sebanyak 455 sasaran pelayanan KB.
Selain sasaran tersebut, kegiatan ini juga melibatkan 39 orang pakar, terdiri dari 11 dokter spesialis anak, 12 spesialis ahli kandungan, 9 ahli gizi dan 7 orang psikolog. Gebyar AKS di Provinsi Riau ini diselenggarakan secara virtual dan dilakukan dialog antara Kepala BKKBN dengan para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.
Acara ini juga dihadiri para Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari TP-PKK, PPKB dan Sub PPKB, dan para bidan; anggota Forkominda Riau, anggota Forkominda Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
Hadir juga Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Kepala TP-PKK Riau dan Kabupaten/Kota se-Riau, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Riau dan kabupaten/kota, para mitra, camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
(rca)
Lihat Juga :