Wasekjen Demokrat Sebut Tak Ada yang Istimewa dari Pidato Jokowi

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 14:13 WIB
loading...
Wasekjen Demokrat Sebut...
Wasekjen Demokrat Sebut Tak Ada yang Istimewa dari Pidato Jokowi
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan menilai, pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang hari peringatan kemerdekaan Indonesia pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD cenderung normatif. Namun, dia tetap mengapresiasi apa yang disampaikan Jokowi.

“Secara umum saya mengapresiasi semangat yang disampaikan dalam pidato presiden hari ini. Walau sepertinya yang disampaikan cenderung normatif saja, bahkan berbeda jauh dengan yang dirasakan rakyat saat ini,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini saat dihubungi, Jumat (14/8/2020). (Baca juga: Jokowi Singgung Perluasan Kesempatan Kerja lewat Penataan Regulasi)

Irwan menilai, pemerintah sudah ketinggalan kalau berbicara tentang lompatan besar dalam momentum krisis seperti hari ini. Karena faktanya, bukan lompatan besar yang diraih tetapi terjerumus dalam pertumbuhan ekonomi minus 5,32% pada kuartal II tahun 2020. (Baca juga: 75 Tahun Kemerdekaan RI, Ketua DPR Ingin Produk Hukum Era Kolonial Diganti)

Kemudian, sambung anggota Komisi V DPR ini, dalam hal reformasi fundamental terkait cara pemerintah bekerja juga tidak terbukti. Faktanya, presiden sampai harus berkali-kali marah pada pembantunya karena lamban dalam bekerja menangani Covid-19 dan dampaknya.

“Kesiapsiagaan dan kecepatan kerja kabinet Jokowi seperti kalau tidak ada peristiwa Covid-19. Biasa-biasa saja, malah cenderung lamban,” ujar Doktor Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman itu. (Baca juga: AHY Satu-satunya Ketum Parpol Non-Pejabat di Sidang Tahunan MPR)

Selain itu, kata legislator asal Kalimantan Timur ini, bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, UMKM, korban PHK, program Kartu Prakerja, dan sebagainya masih rendah realisasinya. “Bahkan BPJS dan tarif listrik naik dan banyak iuran atau pajak ditarik dari rakyat. Perkembangan Covid-19 juga terus bertambah tiap harinya,” sesalnya.

Namun demikian, politisi yang akrab disapa Irwan Fecho ini sepakat dengan Jokowi bahwa pemerintah harus belajar cepat dari krisis kembar ini, pandemi dan ekonomi. Pembantu presiden harus bisa manfaatkan momentum krisis ini melakukan lompatan kemajuan, untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar. “Jika tidak maka bangsa ini bisa makin terjerumus dalam pandemi berikut dampaknya,” imbuh Irwan.

Karena itu, mantan PNS ini berharap bahwa di 75 tahun kemerdekaan Indonesia ini, pemerintah tidak hanya bicara tapi membuktikan kinerjanya kepada masyarakat di tengah kondisi krisis kembar ini.

“Harapan saya di hari kemerdekaan ini pemerintah jangan kesah maha (hanya bicara), harus benar-benar berjuang selamatkan dan sejahterakan rakyat. Harapan rakyat perjuangan kita semua. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit,” pungkasnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved