75 Tahun Kemerdekaan RI, Ketua DPR Ingin Produk Hukum Era Kolonial Diganti
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 11:43 WIB
loading...
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan bahwa Indonesia masih mengalami banyak kekurangan di 75 tahun kemerdekaan Indonesia ini, salah satunya mengenai regulasi. Menurut dia, sudah saatnya produk-produk hukum era kolonial Hindia-Belanda diganti dan menyesuaikan dengan nilai dan budaya bangsa Indonesia.
"Indonesia Maju menjadi tema dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-75, merupakan sebuah tekad kita semua untuk dapat mengarahkan Politik Pembangunan Nasional kita untuk dapat segera mewujudkan Indonesia Maju di segala bidang," kata Puan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Puan melihat bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan ujian kepada capaian kemajuan Indonesia saat ini di berbagai bidang. Itu dapat dilihat bahwa masih ada berbagai kekurangan yang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya untuk mewujudkan Indonesia Maju.(Baca juga: Amien Rais: Indonesia Makin Redup, Seolah Tak Ada Masa Depan ).
Puan menguraikan ada lima hal kekurangan yakni, meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia di seluruh wilayah, memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan terkoordinasi,menyempurnakan sistem jaminan sosial dan perlindungan sosial, memperkuat regulasi untuk mencegah krisis ekonomi dan perlunya regulasi yang dapat menyelaraskan otoritas kebijakan fiskal dan otoritas kebijakan moneter dalam menghadapi krisis ekonomi.
"Saat ini, kita juga berada dalam era kemajuan jaman yang sangat dinamis dan terbuka secara sosial, budaya, ekonomi dan politik, serta persaingan global yang semakin tajam. Sebagai bangsa dan negara, kita semakin dituntut untuk memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, agar dapat menentukan nasib bangsa dan tanah air oleh kedaulatannya sendiri," ujar Puan.(Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Dorong Pemerintah Tingkatkan Penanganan Covid-19 ).
"Indonesia Maju menjadi tema dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-75, merupakan sebuah tekad kita semua untuk dapat mengarahkan Politik Pembangunan Nasional kita untuk dapat segera mewujudkan Indonesia Maju di segala bidang," kata Puan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Puan melihat bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan ujian kepada capaian kemajuan Indonesia saat ini di berbagai bidang. Itu dapat dilihat bahwa masih ada berbagai kekurangan yang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya untuk mewujudkan Indonesia Maju.(Baca juga: Amien Rais: Indonesia Makin Redup, Seolah Tak Ada Masa Depan ).
Puan menguraikan ada lima hal kekurangan yakni, meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia di seluruh wilayah, memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan terkoordinasi,menyempurnakan sistem jaminan sosial dan perlindungan sosial, memperkuat regulasi untuk mencegah krisis ekonomi dan perlunya regulasi yang dapat menyelaraskan otoritas kebijakan fiskal dan otoritas kebijakan moneter dalam menghadapi krisis ekonomi.
"Saat ini, kita juga berada dalam era kemajuan jaman yang sangat dinamis dan terbuka secara sosial, budaya, ekonomi dan politik, serta persaingan global yang semakin tajam. Sebagai bangsa dan negara, kita semakin dituntut untuk memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, agar dapat menentukan nasib bangsa dan tanah air oleh kedaulatannya sendiri," ujar Puan.(Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Dorong Pemerintah Tingkatkan Penanganan Covid-19 ).
Lihat Juga :