Hampir Rampung, Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Mencapai 40%
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
“Tapi kan kita juga harus ingat bahwa sekalipun kita punya fasilitas produksi misalnya 350 juta dosis per tahun, berarti kita bisa menyelesaikan program vaksinasi itu tidak dalam sekejap, tidak dalam seminggu,” katanya.
Amin memprediksi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sedemikian banyak, maka proses vaksinasi paling cepat akan berlangsung sekitar 1 tahun. “Kita baru bisa menyelesaikan program vaksinasinya paling cepat 1 tahun. Kalau kita menunggu dari luar negeri kita harus menunggu lebih lama,” ungkap Amin.
Saat ini, produksi vaksin dengan kerja sama dalam negeri sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia. Meskipun tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. “Produksi luar negeri bisa membantu kita. Tapi, juga kita mesti ingat bahwa vaksin produksi luar negeri itu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan di Indonesia. Bahkan mungkin mereka 20% sampai 40% dari kebutuhan vaksin di Indonesia saja. Sebagian besar itu 60% minimum 50% itu harus dipenuhi oleh produksi dalam negeri,” kata Amin.
Amin juga merespons pertanyaan apakah vaksin merah putih lebih baik dibandingkan vaksin luar negeri? “Saya tidak menyatakan demikian ya. Artinya kita berupaya membuat vaksin yang sebaik-baiknya. Artinya, semuanya kalau bisa diupayakan dari dalam negeri,” ujarnya.
Namun, kata Amin, Indonesia tidak boleh menggantungkan produksi vaksin dari luar negeri saja. “Karena betul-betul Indonesia ini sebagai negara yang berpenduduk sangat besar, kita tidak boleh menggantungkan kepada produksi luar negeri. Kita memang membuka kerja sama dengan luar negeri kalau mereka sudah lebih dulu, silakan. Selama memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan maupun Badan POM,” ungkapnya.
Amin memprediksi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sedemikian banyak, maka proses vaksinasi paling cepat akan berlangsung sekitar 1 tahun. “Kita baru bisa menyelesaikan program vaksinasinya paling cepat 1 tahun. Kalau kita menunggu dari luar negeri kita harus menunggu lebih lama,” ungkap Amin.
Saat ini, produksi vaksin dengan kerja sama dalam negeri sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia. Meskipun tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. “Produksi luar negeri bisa membantu kita. Tapi, juga kita mesti ingat bahwa vaksin produksi luar negeri itu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan di Indonesia. Bahkan mungkin mereka 20% sampai 40% dari kebutuhan vaksin di Indonesia saja. Sebagian besar itu 60% minimum 50% itu harus dipenuhi oleh produksi dalam negeri,” kata Amin.
Amin juga merespons pertanyaan apakah vaksin merah putih lebih baik dibandingkan vaksin luar negeri? “Saya tidak menyatakan demikian ya. Artinya kita berupaya membuat vaksin yang sebaik-baiknya. Artinya, semuanya kalau bisa diupayakan dari dalam negeri,” ujarnya.
Namun, kata Amin, Indonesia tidak boleh menggantungkan produksi vaksin dari luar negeri saja. “Karena betul-betul Indonesia ini sebagai negara yang berpenduduk sangat besar, kita tidak boleh menggantungkan kepada produksi luar negeri. Kita memang membuka kerja sama dengan luar negeri kalau mereka sudah lebih dulu, silakan. Selama memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan maupun Badan POM,” ungkapnya.
(nbs)
Lihat Juga :