Hampir Rampung, Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Mencapai 40%

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 13:18 WIB
loading...
Hampir Rampung, Pengembangan...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan, saat ini pengembangan vaksin merah putih untuk vaksin Covid-19 telah mencapai 40%.

Amin mengatakan, vaksin merah putih mulai dikembangkan sejak April 2020 dan diberikan target waktu dalam satu tahun oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan bibit vaksin Covid-19 tersebut. (Baca juga: MPR Minta Waspadai Ancaman Krisis Pangan Akibat Pandemi)

“Kami mulai mengembangkan itu sejak bulan April, selang bulan Mei kami mendapatkan mandat untuk mengembangkannya dan kami hanya diberi waktu 1 tahun untuk bisa mengembangkan bibit vaksinnya,” tandas Amin dalam keterangan kepada SINDO Media di Jakarta, Jumat (14/8/2020). (Baca juga: 1.304 Pasien Covid-19 Klaster Secapa AD Dinyatakan Sembuh)

Diharapkan, awal tahun depan bibit vaksinnya sudah diserahkan ke industri untuk dilakukan uji klinis. “Seperti yang kemarin disuntikkan oleh bapak Presiden itu uji klinik vaksin dari luar negeri. Yang sedang kami kembangkan vaksin merah putih sekitar 40% pengembangan antigennya,” jelasnya.

Amin juga menyatakan, sebanyak 50% dari produksi vaksin merah putih nantinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun produksi dalam negeri sebanyak 350 juta dosis per tahun, namun proses vaksinasi tidak bisa diselesaikan dalam waktu seminggu. (Baca juga: Ketua DPR Puan Maharani Dorong Pemerintah Tingkatkan Penanganan Covid-19)

“Tapi kan kita juga harus ingat bahwa sekalipun kita punya fasilitas produksi misalnya 350 juta dosis per tahun, berarti kita bisa menyelesaikan program vaksinasi itu tidak dalam sekejap, tidak dalam seminggu,” katanya.

Amin memprediksi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sedemikian banyak, maka proses vaksinasi paling cepat akan berlangsung sekitar 1 tahun. “Kita baru bisa menyelesaikan program vaksinasinya paling cepat 1 tahun. Kalau kita menunggu dari luar negeri kita harus menunggu lebih lama,” ungkap Amin.

Saat ini, produksi vaksin dengan kerja sama dalam negeri sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia. Meskipun tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. “Produksi luar negeri bisa membantu kita. Tapi, juga kita mesti ingat bahwa vaksin produksi luar negeri itu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan di Indonesia. Bahkan mungkin mereka 20% sampai 40% dari kebutuhan vaksin di Indonesia saja. Sebagian besar itu 60% minimum 50% itu harus dipenuhi oleh produksi dalam negeri,” kata Amin.

Amin juga merespons pertanyaan apakah vaksin merah putih lebih baik dibandingkan vaksin luar negeri? “Saya tidak menyatakan demikian ya. Artinya kita berupaya membuat vaksin yang sebaik-baiknya. Artinya, semuanya kalau bisa diupayakan dari dalam negeri,” ujarnya.

Namun, kata Amin, Indonesia tidak boleh menggantungkan produksi vaksin dari luar negeri saja. “Karena betul-betul Indonesia ini sebagai negara yang berpenduduk sangat besar, kita tidak boleh menggantungkan kepada produksi luar negeri. Kita memang membuka kerja sama dengan luar negeri kalau mereka sudah lebih dulu, silakan. Selama memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan maupun Badan POM,” ungkapnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
5 Menteri Terkaya yang...
5 Menteri Terkaya yang Masuk di Kabinet Merah Putih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved